sumber dan inspirasi : Sebuah restoran china, Walhi, WWF Indonesia, Gatra.com, Tempo interaktif, Suara Pembaharuan, Geocities.com, Wikipedia Indonesia, Kompas Cybermedia, beberapa majalah, dan beberapa buah situs/webblog sebagai pembantu tambahan, Dll.
Sebelumnya, utk mengetahui Ikan sexi ini dan juga supaya dpt memahami tulisan lanjutan di bag.2 ini, silahkan baca: Keganasan ikan Hiu merengut keperawananku. Bag.1
Seperti yg kita ketahui, ikan Hiu, selain daripada diburu secara specialist, juga mereka ditangkap dgn melalui jaring tanpa sengaja. (by-catch) bersama2 dgn ikan2 besar jenis lainnya, seperti lumba2 dan penyu.
Indonesia memang memang Negara perairan yg mempunyai keaneka ragaman spesies ikan hiu dan ikan pari terbanyak diseluruh dunia. (Whilliam white, salah satu penulis makalah penelitian). terinventaris 148 jenis Hiu yg terdapat diperairan kita.
tetapi sayang… penangkapan kedua jenis ikan tersebut juga yg terbesar dari seluruh Negara2 yg ada. (lebih dari 100.000 ton/tahun). menyedihkan memang….
tetapi itulah kenyataan yg harus kita lawan sekarang.
Sebuah kenyataan pahit yg ikut tertelan adalah semakin jarangnya kita melihat bayi2 ikan hiu yg berenang kesana kemari. ini semua disebabkan penangkapan besar2-an (overfishing) yg tdk bertanggung jawab. (ingat, ikan hiu adalah ikan dgn jenis pertubuhan yg sgt lambat, namun mudah ditangkap dgn alasan by catch).
Beberapa diantaranya yg mulai jarang atau tdk terlihat sama sekali adalah Ikan Hiu Paus / Whale Shark (Rhincodon typus), Ikan Hiu Jemur / Basking Shark (Ceterhinus maximus), Ikan Hiu Putih / White Shark (Carcharodon carcharias), Dll, yg mana, hiu2 dewasa (bahkan sampai yg kecil2 sekalipun) ditangkapi utk diambil siripnya, dan sebagian lainnya diambil bagian dalamnya atau bagian2 tertentunya.
Ketika ikan2 Hiu di perairan2 bebas di seluruh dunia mulai menyusut populasinya dan mulai sulit ditangkap, para pukimak penangkap ikan sialan ini dgn sengaja memburunya sampai suaka alam di laut sebagai sasaran lokasi penangkapan.
Padahal dalam kenyataannya, ikan hiu menurut evolusi, adalah hewan yg dapat bertahan hidup dan mampu survive melawan kepunahan mereka selama ratusan juta tahun yg lalu dgn berbagai cara relative. namun sayang, mereka tak berdaya melawan campur tangan manusia yg memang mengincar bagian tubuh mereka utk suatu hal yg sebenarnya masih jauh dari rasa pasti.
maka dari itu, mereka mau tak mau kini menjadi species indicator yang sangat tepat untuk mengukur dampak keserakahan kegiatan manusia di dalam ekosistem kelautan. dan terbukti, manusia terlalu tamak untuk tdk menyambangi dunia mereka. kepunahan diambang mata.
Ikan hiu dilengkapi dgn 7 (tujuh) indra yg tajam. penciuman (sampai dpt mencapai beberapa kilometer jarak ketajaman penciumannya) , pendengaran (yg konon sangat peka) , penglihatan, peraba, pengecapan, rangsangan listrik (electrosense) serta garis tepi dan pit organ untuk menangkap getaran yang lemah.
Selain dilengkapi dgn 7 indra super tsb, ikan ini rata2-nya mampu bertempur, karena mereka memang dari jenis pemangsa, sehingga sebetulnya ikan2 tsb telah dapat membuktikan legenda mengenai kehebatan mereka dalam seni beladiri bertahan hidup.
Tetapi, dalam sebuah hukum sekalipun, tangan manusia telah dan akan selalu mengubahnya. mengubah hutan2 liar yg perkasa menjadi gurun pasir. mengubah padang rumput yg indah menjadi perkotaan. mengubah jalanan2 desa yg alami berbau lumut2 nan hijau menjadi pabrik2 polusi bertembok tebal. mengubah alunan seruling pemuda dan gadis2 dusun menjadi industri mentah yg membumbungkan asap kekuasaan manusia, menjulangkannya ke langit, dan menyebarkan radiasi2 pencekik kesehatan dunia.
Apa mau dikata, cengkeraman kebuasan manusia telah sampai pula di Samudera. mereka mengobrak abrik ekosistim disana. membelah karang2 laut alami nan indah, hanya utk dikoleksi di akuarium2 pribadi manusia berduit. dan apa mau dikata pula, perbuatan memburu kesenangan tsb mau tak mau menghancurkan habitat2 yg terdapat di dlmnya. termasuk anak2 ikan hiu….
Sejak ikan Telestoi (bertulang keras) mengalami penurunan populasi akibat overfishing, pemesanan dan pencarian sirip ikan hiu meningkat sangat tajam. jumlah populasi ikan hiu di perairan laut di dunia menurun tajam hingga 90%. (data FAO, lebih dari 800.000 mt (metric ton) ikan hiu telah ditangkap sepanjang tahun 1998). Diperkirakan 50% dari jumlah tangkapan adalah hasil sampingan dan tidak terencana (incidental catch). Namun hal tersebut masih diragukan mengingat selama ini penangkapan ikan hiu sangat marak di seluruh perairan laut di dunia. Negara-negara yang melakukan penangkapan ikan hiu antara lain Brasil, Perancis, AS, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Portugal, Pakistan, Korea Selatan, India, Inggeris, Taiwan, Italia, Srilangka, Malaysia dan Indoneia.
Selain Restoran2 China,restoran bermenu mandarin, atau restoran2 mewah yg menyediakan menu sup sirip ikan hiu tsb, pabrik2 obat2-an serta kosmetik sampai pabrik pencelupan kainpun termasuk mereka yg memesan bagian2 dlm tubuh Ikan sexi yg malang tsb.
Restoran2 atau warung pinggir pantaipun turut pula menyumbangkan kepunahan mereka. sajian2 daging bakar ikan hiu semakin digemari dimasa kini. padahal menurut pandangan saya, daging yg disajikan tdk-lah seheboh nama di menu2 yg tertera. rasanyapun biasa saja.
Yang terbesar memegang peranan dlm kepunahan dan membuat mereka sgt diburu adalah mitos. baik utk pengobatan kanker, pengobatan penyakit tulang, maupun sampai mitos yg berhubungan dgn vitalitas sex manusia.
Semua hasil penelitian itu dibantah oleh ahli nutrisi dari Universitas Taiwan, Prof. Chang Hung-min. sebutir telur ayam pun lebih bergizi dibandingkan semangkuk sup sirip hiu, walaupun peneliti-peneliti lain mengatakan hasil yang positip.
Dlm pembicaraan yg tak resmi, Shibata sensei, seorang dokter ahli gizi Jp, bahkan sempat tertawa2 mendengar mitos tersebut, dan berkata, bahwa semua nutrisi yg terdapat dlm tubuh ikan sexi tsb, dipunyai juga oleh hewan2 darat lainnya, walaupun mungkin tdk terdapat dlm satu hewan. tak ada yg luar biasa dlm kandungan ikan tsb.
Contoh lainnya adalah mitos tulang rawan ikan hiu. beberapa peneliti telah menyatakan kebenarannya, namun ternyata tulang rawan sapi-pun mempunyai kehebatan yg sama, mampu menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru.
Dr. Greg Harper dari Council for Scientific and Indutrial Research Organization telah membuktikannya.
Jadi Alam memang telah membuatkan jalur2-nya utk ini semua.
~~~~dibawah ini utk dibaca setelah umur anda 17 tahun keatas. saya sudah peringatkan!~~~~
saya jadi teringat sebuah cerita yg lalu. sepasang suami-istri, kedua-nya adalah kawan dekat saya, melangsungkan pernikahan dan berbulan madu disebuah hotel di pantai Utara. saya tahu, kawan lelaki saya tsb memang sedikit “maniak” dari dulunya. kami (suami istri tsb, saya, dan pacar saya yg dulu) memesan daging ikan hiu bakar.
Diantara kami berempat, hanya satu yg memesan sup sirip ikan hiu, yaitu pacar saya sendiri. sisanya ada yg memesan kerang, bir, dll, yg tdk berhubungan dgn hiu.
Paginya, dlm sebuah acara minum teh sebelum sarapan pagi, si wanita bercerita. bahwa keganasan kandungan dlm daging hiu tsb telah membuat si suami menjadi begitu ganas menghantam kegadisannya. saya jadi heran dan bertanya2 dlm hati. ada apa dgn ikan tsb ? apa ada kandungan viagra atau kimia lain di dlm-nya? toh saya tdk merasakan sesuatu yg luar biasa.
Dua tahun kemudian, si suami melangsungkan pernikahannya yg kedua, setelah resmi bercerai dari Istri pertamanya beberapa bulan yg lalu. dan lagi2, saya diundangnya utk ikut dlm pesta bulan madunya. kali ini ke puncak.
Di villa milik nkongnya keluarganya tsb, kami (ada 5 orang yg ikut, termasuk saya dan pacar -sekarang Istri- ditambah 3 orang baru). menikmati sajian serba kambing. dari mulai sate, sampai kambing guling2-an
dibakar fresh ditempat itu.
Paginya, kami menikmati green tea segar, teh dari perkebunan setempat. nikmat. dan (ulangan dari 2 tahun yg lalu) si wanita bercerita… keganasan kandungan dlm daging ikan hiu kambing tsb telah membuat suaminya begitu perkasa, sehingga membuatnya agak ngilu bila berjalan. (si suami sama sekali tidak berhubungan dgn daging atau sup sirip ikan hiu-hanya daging kambing).
dalam situasi spt itu kami hanya tertawa2 dan memaklumi… bahwa memang si suaminya itu sendiri yg memiliki libido yg super tinggi, sehingga bisa membuat keganasan seperti itu. tak ada hubungannya dgn makanan ikan hiu ataupun kambing2-nya.
(ganti judul? keganasan kambing merengut keperawananku?)
~~~~kembali ke semua umur~~~~
menurut saya, kita sbg konsumen, dapat membantu melestarikan mereka dgn cara tdk membelinya. bukankah penjualan akan menurun, bila kaum pembelinya juga berkurang ? dan dgn semakin menurunnya pemesanan, akan menurun pula perburuan2 thp satwa tsb. bahkan Walhi menyarankan agar kita meminta daftarnya, yg mana makanan tsb masuk kedalam daftar hijau, atau aman segala2-nya utk dikonsumsi.
Kita semua mengerti, bila mereka dipakai utk pengobatan2 atau alternatif lain utk penyembuhan di bidang medis. atau mengerti bila nelayan2 kecil yg mencari nafkahnya di kelautan ini.
Namun mengutuk penangkapan besar industri raksasa demi sesuatu yg komersial, tanpa memandang keseimbangan alam dan ekosistim2 yg dirusaknya.
Negara2 lain sangat menyadari merosotnya populasi hiu yg tajam, sehingga lebih dari 60 Negara sepakat utk melindungi ikan Hiu. (baca Kompas Cybermedia).
bahkan, Malaysia sebagai tetangga kita saja telah melarang sup sirip ikan hiu tsb, (baca : Gatra.com.
Lalu bagaimana dgn sikap kita ? apa segala sesuatunya harus terlambat dan heboh terlebih dahulu, tanpa ada inisiatip utk segera memulainya ?
lalu apa yg bisa dilakukan oleh para Blogger kita? semoga bukan hanya pada Blog action day saja Blogger kita menyadari pentingnya menuliskan tentang penyelamatan Hutan, tanah, air beserta Flora dan Faunanya.
semoga…
Apapun juga, selamatkan mereka dari kepunahan.
Tamat.
Silahkan baca Bag. 1.