Jeritan mayday, jeritan Indonesia yg masuk buku record dunia.
Kita lihat sejenak sedikit lirik lagu karya Iwan Fals ini :
Lestarikan alam cuma celoteh belaka. Lestarikan alam mengapa tdk dari dulu, saatnya…
Jelas kami kecewa, menatap rimba yg dulu perkasa kini tinggal cerita, pengantar lelah si buyung.
Sumber dan inspirasi : Berita MNC Jp, Tempo, Antara news, Walhi, Media Indonesia Online, Green Peace org. dll, juga beberapa buah blog.
Guinnes Book of World Record akan menorehkan prestasi Indonesia yg luar biasa pada keluarannya tahun 2008 nanti. luar biasa ? memang…
Tapi sayangnya bukan untuk sesuatu yg baik atau membanggakan. Panitia pencatat rekor setuju memasukan Indonesia, “Negri yg indah dan banyak memiliki keaneka ragaman hayati dan fauna” Sebagai sebuah Negara Penghancur Hutan Tercepat.
Julukan Jambrud khatulistiwa yang melambangkan hijaunya hutan Indonesia tampaknya hanya tinggal impian bagi Negri yg terkenal subur ini. jambrud yg melambangkan hijaunya hutan tropis Indonesia telah berubah menjadi lahan gundul dan berwarna kecoklatan. (fhoto udara). menurut data Green Peace, hampir 2 juta hektar luas hutan Indonesia hancur selama periode 2000 sampai dgn 2005. ini berarti setiap 2 % hutan kita hancur setiap tahunnya, atau sama dgn 51 km persegi setiap harinya.
Pembalakan liar disinyalir menjadi penyebab utama kehancuran tsb, dan ditambah pula dgn kebakaran hutan yg masih belum bisa kita tangani sebagai mana mestinya. Lsm kita mengatakan sejak 2005, Pemerintah kita telah berhasil menurunkan praktek pembalakan liar dan menangkap 186 tersangka. (Hanya 186 ?) sayangnya, dari 186 tersangka tsb, hanya 13 Orang yg dipenjara, dan tidak seorangpun yg merupakan pimpinan sindikat. sejumlah kasus pembalakan liar bahkan malah mendapatkan vonis bebas. seperti yg baru2 ini terjadi di daerah mandailing natal, Sumut. akhir April lalu, manager Pt inata timber, Lingga Tanujaya dan Direktur Produksi dan perencanaan Pt. keang nam, washinton pane, DIVONIS BEBAS. Hakim menilai dakwaan Jaksa kabur, dan hanya terjadi pelanggaran administrasi. Kerugian Negara akibat PT. ini mencapai 500 miliar rupiah lebih, dan merupakan dana profisi sumber daya hutan dan dana reboisasi yg tidak dibayarkan.
Menurut catatan Dep. Kehutanan, dari 120 juta hektar luas hutan Indonesia, 59 juta hektar diantaranya, hampir setengahnya, sudah hancur lebur. dimintai tanggapannya, Menteri Kehutanan mengatakan bahwa usulan Green peace itu tidak berbobot. Kaban mempertanyakan periode waktu yg dipakai sebagai data oleh Green Peace.
Utk menyelamatkan kehancuran hutan Indonesia yg lebih parah, Green peace meminta pemerintah Indonesia utk melakukan moratorium. (penghentian sementara seluruh kegiatan penebangan hutan demi kepentingan komersial).
Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yg masih tersisa. memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui (mamalia), pemilik 16% binatang reptil dan amphibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. sebagian diantaranya adalah endemik. atau hanya dpt ditemui di daerah tsb saja.
tapi hutan Indonesia asli Indonesia menyusut dgn kecepatan yg sangat menghawatirkan. (tulisan ini saya dapat dari tulisan Walhi). hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72% (World resource Institute, pd tahun 1997).
data Walhi, disadur dari Tempo interaktif : kerusakan hutan Indonesia mencapai 3,8 juta hektar pertahun. ini berarti 7,2 hektar yg rusak setiap menitnya. bukan main….
tulisan sekedarnya :
setuju dgn Green Peace yg menyerang kebijakan rencana dep kehutanan utk melelang izin hph lama sebagai sebuah sekandal yg tdk perduli sama sekali kerusakan lingkungan yg semakin parah. Di bawah spanduk bertuliskan “Indonesia`s Forest on Sale” yg memuat peta kawasan hutan yg akan dijual, aktivis Greenpeace memainkan peran sebagai pengusaha kaya yg melemparkan tumpukan uang rupiah kepada para Pejabat dep. kehutanan. (kok `ga malu ya pejabat kita? hutan kok dilelang….)
tulisan tambahan :
- Australia mengau pihaknya sangat kecewa dgn hasil dana bantuan yg diberikan Negara donor utk program kehutanan Indonesia, yg ternyata (th 1990-an) justru menghasilkan hutan lebih banyak yg lenyap. (Antara news -lingkungan).
-Kita butuh waktu 120 tahun utk memulihkan kelestarian hutan, kata Wakil ketua komisi kehutanan DPR RI. Reboisasi hanya mampu sekitar 500 ribu hektar setiap tahunnya. Program konsevasi hutan harus melibatkan masyarakat. (Tempo interaktif).
pertanyaan :
akankah hutan kita berakhir, dan anak cucu kita akan mencicipi gurun pasirnya ? kekeringan, banjir, tanah longsor, ketidak seimbangan alam, pemanasan global, dll, dll, dll, dll, dll, dll, dll, dll, dll, dlllllllll………………..
Jelas kami kecewa, menatap rimba.. yg dulu perkasa. kini tinggal cerita, pengantar lelah si buyung.
bencana erosi selalu datang menghantui, tanah kering kerontang banjir datang, itu pasti.
Mei 3, 2007 at 3:57 pm
fyuh…saya ngga bisa bayangin kalau bumi tanpa hutan…..
Mei 3, 2007 at 4:08 pm
Manusia memang serakah…
Mei 3, 2007 at 4:21 pm
@antobilang
iya, kayaknya sih sama dgn kiamat pelan2 ya, nto. thanks.
@deking
betul. keserakahan yg membuat kehancuran. thanks.
Mei 3, 2007 at 4:42 pm
Saya termasuk pelaku reboisasi :smugface:
Mei 3, 2007 at 5:15 pm
Padahal hutan Indonesia itu paru2 dunia lho
Mei 3, 2007 at 5:16 pm
hutan sumatra sudah habis, kalimantan tinggal tunggu waktu, gile di babatin tanpa reboisasi, dana ada entah buat apa
Mei 4, 2007 at 1:19 am
@ mbak Evy. tanya dana???aukk ah..palingan buat kawin lagi, buat beli mobil import, buat beli villa d puncak, buat bikin rumah di pondok indah…buat kawin lagi..eh udah ya..hihi
Mei 4, 2007 at 2:32 am
Setelah mereka menggunduli hutan, setelah menggunduli anak cucu kita
“Saatnya kita menggunduli mereka!!!”
Mei 4, 2007 at 3:00 am
@wadehel
pelaku reboisasi : smuggler ? hehehe…
thanks.
@Evy
betul mbak, hutan tropis tuh paru2 dunia. dananya reboisasi ada mbak, tp buat ditelan habis para pejabat dan pengusaha kehutanan.
thanks.
@mei
kayaknya memang begitu kenyataannya mbak. menyedihkan…
thanks.
@peyek
iya, mas peyek. kita memang menunggu saatnya menggunduli mereka2 semua.
thanks.
Mei 4, 2007 at 10:45 am
Tanam pohon depan rumah, yuk! Biar sdikit tp berguna….
Mei 4, 2007 at 11:17 am
@destiutami
yuk ! pohon yg masih hidup akan tetap berguna, sekecil apapun dia.
trims.
Mei 5, 2007 at 3:06 pm
Sedih ya melihat negara kita seperti itu…
Bagaimana nanti nasibnya anakku 20-30 tahun lagi?
Apakah ia bisa melihat cantiknya Indonesia seperti sekarang ini?
Ya kita tidak bisa melakukan apa2. Yg bisa kita lakukan, buat aja tindakan kecil tapi berarti untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan alamnya. Misalnya mulailah untuk memisahkan sampah kering dan basah, hemat energi, tanam minimal satu pohon dirumah kita.
Simple, klise but we can do that, can’t we?
~ evelyn
http://evelynpy.wordpress.com/
Mei 6, 2007 at 3:15 am
saya setuju, Evelyn. semuanya harus dimulai dari tindakan kita sendiri. trims buat kunjungannya.
Mei 7, 2007 at 9:19 am
padahal kemaren ini aku mau bikin postingan kayak gini pas pagi2nya liat berita di Indosiar, eh malah keduluan
sedih sekali liat Indonesia, memang segala bidang Indonesia ini sudah hancurrr…
Mei 7, 2007 at 9:59 am
asikkkk bisa ngeduluin xwoman…
iya, sedih sekali ngeliat negara kita. hancur, tapi mungkin (sekali lagi mungkin…) masih bisa diperbaiki, walaupun dgn waktu yg sgt lama sekali.
thanks.
Mei 8, 2007 at 1:46 pm
Saya dukung ajakannya. Kalo bukan kita, siapa lagi yang peduli ama hutan indonesia. Mari kita galang persatuan lewat blog kita untuk mendukung kelestarian hutan indonesia. Salut buat anda. Yuuk…kita nulis terus tentang hutan… OK?
Mei 9, 2007 at 7:51 am
sepertinya endonesia-ku akan sering ada dalam posisi may day..
bangun dong endonesia-ku..
Mei 9, 2007 at 9:20 am
@ooyi
setuju ooyi.
salut juga dgn blog anda.
trims.
@orido
Indonesia akan bangun, tp kayaknya sih tidak dalam waktu yg cepat. thanks buat kunjungannya.
Mei 12, 2007 at 9:36 am
Nyesel itu belakangan, biasanya.. dan ignorance (masa bodo’) adalah bahanutama dari kehancuran.. Global Warming dan climate change adalah salah satu gejala dari pengrusakan lingkungan hidup – termasuk ya nggunduli hutan itu..
Nggunduli deh dulu rambut mu dan berjemur disana, dibawah terik baru akan kerasa si –> global warming, then apply that logic to our earth…
Mei 13, 2007 at 3:02 am
iya, menyesal itu biasanya belakangan ya…
dan benar, sebaiknya kita jgn masa bodo dgn masalah lingkungan hidup, apalagi penggundulan hutan. thanks sudah berkunjung ke blog saya.
Mei 15, 2007 at 8:54 am
masalah hutan kayaknya memang selalu di nomer sekiankan ya gak di indo gak di luar..
ntar klo cuma tinggal 1 pohon tersisa di indonesia ini baru deh orang2 nyadar klo hutan itu penting banget..
dan efeknya juga gak cuma ke negara ini..tapi ke dunia.. memang global warming meskipun gak ada illegal logging ..fuel dan segala macemnya tetep bakalan kejadian ..tapi betapa gak bijaknya kan klo global warming di percepat..
dan satu lagi.. lingkungan hidup gak cuma hutan yang harus di peduliin..lingkungan sekitar kita juga..sebelom nyelamatin hutan..mendingan berbuat sesuatu buat sekitar kita.. ^ ^.. intinya sie membuat hidup kita lebih hijau lah.. heheh
btw lam kenal ya buat mpunya blog
maap jadi curhat disini ^ ^
Mei 15, 2007 at 1:18 pm
Iya, chielicious, membuat bumi lebih hijau adalah hal yg sgt penting.
Salam kenal kembali, dan trims.
Mei 16, 2007 at 11:29 pm
[...] aku baca postingan telmark, aku muangkell pooll, lha mosok ada sih ada orang2 yang tega merusak ekosistem yang nota bene [...]
Mei 17, 2007 at 12:34 pm
hutan gudul… bencana di dimana2… Jangan salahkan siapa2 deh.. salahkan diri sendiri..
Mei 17, 2007 at 2:01 pm
salah manusia memang semuanya. gmn kabarnya anyer ?
thanks.
Mei 20, 2007 at 1:44 pm
Memang bung, kalau kita kaji secara tidak langsung kita sendiri pun di Indonesia habitatnya hampir punah. Wong hutannya sj hampir punah, manusia jg bisa punah…kering kerontang…Kita mau makan apa?kalau tidak dari hasil hutan dan kebun. Mau makan batu ? batu saja sudah diambil…apalagi yang bisa diharapkan
Kayaknya nih…kita komunitas perlu menertapkan gerakan nasional ANTI PEMBAKARAN HUTAN atau apa saja deh…yang penting PELESTARIAN. Bagaimana ?
Thanks buat tanggapannya…di blog saya. Hidup PELESTARIAN ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP !!!!!
ttd
ooyi
Mei 21, 2007 at 6:18 am
Waktu jaman Suharto, pembakaran hutan tidak segila sekarang, masih ada hutan Suharto di Kalimantan…
Sekarang… lebih buruk??… atau harus kembali ke orba
Mei 21, 2007 at 11:53 am
@ooyi, iya ooyi, betul. dgn tdk adanya tanaman, kita sendiripun akan segera punah. usul yg baik. thanks.
@argosiloku
sekarang, mau tidak mau harus kita akui memang terus memburuk dlm segala bidang. penjarahanpun semakin berani.
trims.
Mei 26, 2007 at 11:32 am
Pemerintah kita memang lebih suka membiarkan illegal logging, karena menyumbang dana juga buat kantong pribadi mereka.
Ketimbang memberantas illegal miner, pemerintah lebih suka memberantas rakyat kecil macam pedagang kaki lima.
Mei 26, 2007 at 11:58 pm
betul, sangat betulll sekali. membiarkan illegal logging karena memang mereka juga kebagian. itulah kenyataannya….
padahal dari rakyat kecil spt pdg kakilima juga mereka kebagian pajak retribusinya ya ? trims buat kunjungannya.
Oktober 14, 2007 at 5:51 pm
[...] Pokoknya semua, yg bisa melepaskan kita dari tertuduh penyumbang emiter karbon urutan ke 3 di Dunia. (Wetland Internatonal, sebuah LSM Internasional). atau tuduhan2 parah spt Jeritan Mayday Negara Indonesia. [...]
Februari 16, 2008 at 3:41 pm
waduh.. pembakaran hutan harus benar-benar di brantas, klo begini terus selain hutan gundul, asap dri pembakaran itu dapat menyebabkan ozon bertambah bolong!!!
Oktober 4, 2008 at 4:29 am
Semua ini pasti karena pemerintahnya yang kurang tanggap.
mana indonesia ku yang selalu mendambakan kemajuan dan kesejahteraan kalo penduduknya z masih begitu…
Februari 2, 2009 at 5:21 am
manusia selalu ingin dapatkan uang dgn cara apapun…dengan mengorbankan keselamatan dirinya pun bisa….
seharusnya manusia hidup dengan tidak memasuki modernisasi sebagai sikapny…agar hutan lestari,kita sebaiknya menanam pohon di sekitar rumah kita dahulu….
kita terlalu cinta dunia daripada akhirat…