Buaya.

Mei 19, 2007

Siapa yang tak kenal buaya ? kalau belum pernah melihatnya secara langsung, ada satu cara jitu yg paling cepat dan tepat sebagai solusinya. gampang kok caranya… cukup ambil sebuah cermin, dan berkacalah disitu. pejamkan mata sejenak, dan lihat dalam cermin… selamat, anda tengah melihat sebentuk wajah buaya disitu. :)

Sumber dan inspirasi : MNC Jp, wikipedia Indonesia, taman Safari Cisarua – Bogor, Kb binatang Ueno – Tokyo – Jp, Tetangga sebelah rumah yg memelihara buaya, dan Para buaya darat di seluruh dunia.

Buaya, si ganteng yang berbentuk reptil ini, memang selalu menarik menakutkan mahluk lainnya. tapi Predator yg mengerikan ini adalah salah satu penjaga keseimbangan alam yg cukup penting. jika tdk ada buaya, maka tidak akan ada perselingkuhan spesis lainnya akan berlebihan. dan hebatnya lagi, kamu buaya adalah reptil purba yang masih bertahan hidup selama lebih dari 250.000.000 tahun. bukan main…

Dari 23 jenis buaya yang ada di dunia ini, lima diantaranya terdapat di Negara kita. yg ke 5 adalah kamu.
empat diantaranya itu adalah :
1. Buaya sinyongnyong sinyulong (tomistoma schlegelli). buaya air tawar. saran saya, lihat dan periksalah kamar mandi anda.
2. Buaya muara (crocodylus porosus). Jenis ini tersebar merata di seluruh kepulauan Indonesia.
3. Buaya siam (crocodylus siamensis) yang mendiami sekitar wilayah pulau Sumatera. buaya siam adalah buaya khas asal thailand. di Indonesia selain di sumatera, terdapat juga di kalimantan.
4. Buaya air tawar Irian (crocodylus novaeguineae). jenis ini adalah endemik atau hanya ada di Indonesia. penyebaran di perairan2 air tawar di pedalaman papua.

Di Dunia ini terdapat seluruhnya 23 jenis buaya. dan jutaan jenis buaya darat. termasuk seluruh family crocodylia, alligator yg bermulut runcing dan panjang, gharial, serta caiman).

Dari semua jenis itu, yang terbesar dan terpanjang adalah punyanya Gigolo Buaya muara/buaya air asin. (crocodylus porosus atau saltwater crocodille, sebutan yang dipopulerkan oleh Orang Australia).
Buaya muara hidup di muara2, sungai atau rawa2 yang memiliki air payau dan dapat hidup pula di laut.
penyebarannya tersebar luas ke seluruh dunia, walaupun habitat favoritnya ada di Indonesia dan Australia. buaya ini sanggup melompat keluar dari kedalam air utk menerkam mangsanya.

Indonesia mempunyai banyak mitos dan legenda mengenai mahluk pemakan daging tersebut. contohnya adalah mitos buaya putih, buaya buntung, nenek katomba di danau asmara, legenda jaka tingkir, dll. termasuk buaya darat.

Musim kawin buaya berkisar sekitar bulan september-desember dan januari. Buaya2 betina akan bertelur dan menjaga telur2-nya yg disimpan dalam lubang2 pasir, sampai sekitar 3 bulan lamanya. dan pada masa ini sebaiknya jangan coba2 utk menggoda wanita tsb atau mendekatinya. sebab pada masa2 ini, betina2 tsb sangat sensitif dan agresif sekali menjaga keamanan telur2-nya. setelah melewati 3 bulanan, telur2 itu akan menetas. dari semua jumlah telur yang menetas, hanya 5 persen yg bisa survive sampai dewasanya.

mahluk amphibi ini matanya dilindungi oleh selaput khusus yang memungkinkan buaya dpt bertahan lama di dalam air. dan kebiasaan membuka mulutnya lebar2 di daratan, adalah untuk mengalirkan udara hangat sebanyak2-nya, jika amphibi yang berkulit mahal ini kedinganan.

Mahal kulitnya ?? nah ini dia… dgn bayangan mahalnya kulit si predator tsb, akhirnya maraklah pemburuan buaya2 tsb. dan dgn tingkat keberhasilan survive hidup dari telur sampai dewasa yg hanya 5%, akhirnya populasi binatang ini semakin menghawatirkan.

Musim kawin buaya berkisar sekitar september, desember sampai januari. buaya betina akan menyimpan dan menjaga ketat telur2-nya dalam lubang2 pasir sampai sekitar 3 bulanan lamanya. dan pada masa itu, buaya betina tsb menjadi dalam masa agresif dan sensitif. lebih buas dari biasanya. namun keagresifan tersebut tak bisa menghentikan tindakan pemburuan dan pembunuhan terhadap buaya2 tersebut.

Akhirnya sekarang ???
Sekarang buaya diumumkan sebagai satwa yang langka atau nyaris punah di habitat aslinya. hiks… :( mengingat pentingnya posisi buaya dlm mata rantai makanan, maka th 2004 lalu, badan konservasi alam, InterUnion For Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), memasukannya dalam daftar. artinya reptil ini mutlak harus segera dilindungi. siippppp….

Memang ada beberapa penangkaran buaya di Indonesia. namun perusahaan2 tsb mendapat pengawasan ketat dari pihak yang berwenang. dan semua buayanya haruslah keturunan ketiga. ditambah lagi dgn harus melaporkan semua kulit2 yg hendak di export/jual, kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) agar kulit si keren ini tdk menyimpang dari ketentuan yang ada. demi kelangsungan hidup buaya2 liar di habitat aslinya. dipenangkaran, dibutuhkan biaya dan waktu yg tdk sedikit utk memanen buaya2 tsb. dibutuhkan waktu sekitar 3 tahunan utk membuat buaya tsb dewasa dan siap menghasilkan.

Anehnya, meskipun katanya hampir punah, kita semua dapat melihat kulitnya dgn mata kepala sendiri di pertokoan2 dimana saja. dari mulai tas, sepatu, dompet, jaket perpaduan, topi, sampul buku agenda sampai tali dan bungkus gitarpun terbuat dari kulit buaya. nah lo….

Disamping harga yang mahal, kulit buaya memang kuat dan keren. dan sialnya lagi, Image para pembelinya ini, yang merasa bangga memakai atau mengenakan produk yang terbuat dari kulit para buaya ini.

dan ada image lainnya di masyarakat kita, tentang keamanan dari buaya2 tsb. misalkan contohnya masyarakat yang langsung membunuh begitu melihatnya di alam liar. Padahal hal tersebut terjadi dikarenakan manusianya itu sendiri yang perlahan meluaskan lahan dan merangsek masuk dan mempersempit luasnya hutan atau daerah tempat habitat asli reptil2 itu.
Apapun alasannya, sampai saat ini, pemburuan di alam liar tetap saja marak terjadi. duh kasihan engkau kawan….

Sebisa mungkin posting ini saya trackback/trb ke situs atau blog yang ada kaitan atau tulisan yg sama. minimal menyimpan kata binatang, hutan, alam dll. tapi mohon maaf buat seleb blog yg saya tumpangi trb, namun `ga ada kaitannya dgn tulisan ini. maaf, sekali lagi maaf. alasannya, blog anda top, dan masih sulit mencari postingan yg berbau alam. terima kasih. :)

Entry Filed under: Lingkungan, Save This Earth !. .

33 Comments Add your own

  • 1. Rizma Adlia  |  Mei 20, 2007 at 3:09 am

    ga suka buaya,, takut sama buaya,, (yang di air dan yang di darat,,)

    tenang,, karena Ma takut ama buaya, ga bakal make barang barang pake kulit buaya,, euuw,, serem!

    Balas
  • 2. manusiasuper  |  Mei 20, 2007 at 3:11 am

    Buaya talks about buaya… :)

    Balas
  • 3. Buayi  |  Mei 20, 2007 at 3:55 am

    lha aku ngaca tadi ga nemu buaya jee…kacanya nyengir doang… hihihi lha kok ngelink ke blog ku emange aku buayi… btw..btw… buaya itu predator ya, tapi klo udah kenyang jinak kok… ga kaya predator yg doyan fulus entu…tu… kagak pernah kenyang….

    Balas
  • 4. telmark  |  Mei 20, 2007 at 4:15 am

    @Rizma Adlia
    tp lebih takut mana tingkatannya ? di air atau yg di darat ? hehehe… thanks.

    @manusiasuper
    wkekekekk… btw, darat talk yg di air. :)
    trims.

    @Evy
    Bu(ayi) Dokter, betul tuh… predator yg doyan fulus kagak ada kenyang2-nya. trims.

    Balas
  • 5. Rizma Adlia  |  Mei 20, 2007 at 4:25 am

    yang di air!!

    yang didarat bisa dikibulin lagi,, lagian kan yang di darat belom dianggep terancam punah,, ilang satu-dua ga bakal dicari,, :twisted:

    Balas
  • 6. cakmoki  |  Mei 20, 2007 at 5:56 am

    Tangkur Buaya gimana mitosnya pak?
    Bilangnya untuk buaya darat ya :D

    Balas
  • 7. telmark  |  Mei 20, 2007 at 8:12 am

    @Rizma Adlia
    betul juga ya..?! yang di darat malah kebanyakan. :) trims.

    @cakmoki
    mitosnya memang buat keperkasaan…
    tapi apa bisa dibuktikan secara medis, Cak Dokter ? thanks.

    Balas
  • 8. Roffi  |  Mei 20, 2007 at 11:48 am

    ngeri deh urusan ama buaya

    Balas
  • 9. Roffi  |  Mei 20, 2007 at 11:48 am

    ngeri deh urusan ama buaya

    Balas
  • 10. helgeduelbek  |  Mei 20, 2007 at 1:38 pm

    Menurut saya semua tu memang sudah tertakdirkan, antara keseimbangan alam. Seandainya punah pun pasti akan diperoleh keseimbangan baru. Tuhan adil khan. :)

    Balas
  • 11. ooyi  |  Mei 20, 2007 at 1:46 pm

    Postingan mengenai buay ada juga di blog saya yang lain http://gerdapala.blogspot.com
    Thanks untuk info….

    Balas
  • 12. Dino  |  Mei 21, 2007 at 2:10 am

    Oh wow, pengamat buaya ya..

    Balas
  • 13. xwoman  |  Mei 21, 2007 at 4:47 am

    Buaya rawa walaupun dibudidayakan tapi nyaris punah tapi buaya darat tuh ga ada yang mau membudidayakan tapi makin hari makin marak aja :D

    Aku ga pernah tertarik beli barang2 terbuat dari kulit buaya, karena selain takut ama buayanya juga jijik gitu ama buaya kenapa ya? kalo lagi makan terus liat ada buaya di TV suka langsung pengen muntah. Asli lho!!!

    Balas
  • 14. diditjogja  |  Mei 21, 2007 at 10:17 am

    bagus mas tulisannya…
    data2 nya jgua bagus…

    eh, tapi manusia yang disebut buaya darat itu kan persepsi yang salah kan ya?!
    bukan begitu?!

    karena buaya konon hewan paling setia dengan pasangannya….nah lo!!

    kok bisa ada istilah buaya darat?

    Balas
  • 15. telmark  |  Mei 21, 2007 at 11:12 am

    @Roffi
    iya mengerikan, apalagi yg didarat. hehehe… :) thanks.

    @helgeduelbek
    Lumayan, saya mulai terbiasa menuliskan nama anda. Tuhan memberikan sesuatu utk keseimbangan alamnya, tapi manusia yg merusak. Tuhan sangat adil. trims.

    @ooyi
    thanks juga buat infonya. :)

    @Dino
    maklum, sesama predator. thanks.

    @xwoman
    jijik ama yg diair. ama yg di darat gmn ? trims.

    @diditjogja
    istilahnya mungkin karena kebuasannya kali ya ? atau mungkin karena tangkurnya ? :) thanks.

    Balas
  • 16. peyek  |  Mei 22, 2007 at 3:48 am

    berarti urusan tangkur, urusan laki, masih erat hubungan kekerabatan kita dengan buaya nih

    Balas
  • 17. orido  |  Mei 22, 2007 at 11:16 am

    coba klo masih muda… mungkin jd buaya yg di darat deh… hehehe..

    Balas
  • 18. telmark  |  Mei 22, 2007 at 1:26 pm

    @peyek
    iya mas, urusan gituan biasanya di-nyelenehkan ke binatang2 tertentu. ngedenger tangkur, langsung imajinasi kita lari kearah situ2 saja. hehehe… thanks.

    @orido
    syukurlah kita sudah tua. :) tapi, tuapun banyak juga yg masih buas. yg di darat ataupun yg diair. trims.

    Balas
  • 19. cakmoki  |  Mei 22, 2007 at 8:32 pm

    kayaknya mitos pak, soalnya pernah ada yg pakai gitu trus bisik-bisik masih tidak kuat “siap grak”, hahaha *saru*

    Balas
  • 20. deKing  |  Mei 23, 2007 at 8:56 am

    Baca komentarnya xwoman jadi ngakak hehehe…
    54 jenis buaya ada di Indonesia? Ya jelas saja, lha wong Lubang Buaya juga ada di Indonesia kok hehehe…

    Balas
  • 21. telmark  |  Mei 23, 2007 at 10:56 am

    @cakmoki
    walah walah, kasihan mereka yg berani membayar mahal utk mitos yg tak ada kebenarannya ya, cak Dokter…. pakai tangkur, tapi bisik2 masih tdk kuat. hehehe….

    @deKing
    itu berarti Indonesia tempatnya para “BUAYA”. :)

    Balas
  • 22. mbah keman bersabda  |  Mei 23, 2007 at 7:33 pm

    Simbah…sudah lama pengen membunuh para buaya….darat…apalagi buaya yang suka sama bininya orang , dan simbah punya jurus jitu membuat kapok buaya

    1, Serahkan mangsa yang berpenyakit ganan,, he he
    2, Serahkan mangsa yang di jaga Polisi atau TNI.. mati deh Loe
    3, kalau ketangkep gak usah di bunuh..,cukup potong tittnya..di jamin deh gak bakalan lagi

    selamat mencoba menangkap buaya

    Balas
  • 23. telmark  |  Mei 24, 2007 at 10:50 am

    weks, yg no. 3 kayaknya yg paling menyeramkan ya mbah. :) trims.

    Balas
  • 24. destiutami  |  Mei 25, 2007 at 4:09 am

    Bunuh buaya nya! Bunuh! Eh, bukan toh? Maap, maap *buru2 kabur*

    *balik lagi*
    *pasang tampang serius*

    Memang ada beberapa penangkaran buaya di Indonesia. namun perusahaan2 tsb mendapat pengawasan ketat dari pihak yang berwenang. dan semua buayanya haruslah keturunan ketiga. ditambah lagi dgn harus melaporkan semua kulit2 yg hendak di export/jual, kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) agar kulit si keren ini tdk menyimpang dari ketentuan yang ada. demi kelangsungan hidup buaya2 liar di habitat aslinya. dipenangkaran, dibutuhkan biaya dan waktu yg tdk sedikit utk memanen buaya2 tsb. dibutuhkan waktu sekitar 3 tahunan utk membuat buaya tsb dewasa dan siap menghasilkan.

    Iya, kan ada tuh yang punya usaha membuat barang2 dari kulit buaya, pernah lihat di tipi. Tapi saya penasaran, kira2 kalo sudah diambil kulitnya, buaya-nya diapain ya? Dibunuh lalu dimakan? Hiiii….
    Atau dibiarin hidup tanpa kulit alias gundul? Eh, emangnya pas mau diambil kulitnya, buayanya dibunuh dulu atau dlm keadaan hidup ya?

    Balas
  • 25. telmark  |  Mei 25, 2007 at 11:57 am

    tentu saja, buaya dikuliti tdk dlm keadaan hidup. kalau sudah dikuliti, dagingnya bisa dimakan. terdapat restoran2 yg menyajikan menu dari daging buaya. seperti sate atau steak dari daging buaya. :) trims.

    Balas
  • 26. wargabanten  |  Mei 25, 2007 at 5:57 pm

    Banyak BUAYA disini >>> kabur ahhhhh .. tatut ….

    Balas
  • 27. Shan-in Lee  |  Mei 26, 2007 at 12:14 pm

    Shan-in mau jadi penjinak buaya aja deh. :D

    Balas
  • 28. telmark  |  Mei 26, 2007 at 11:54 pm

    @wargabanten
    iya, cumen saya dan kamu yg bukan buaya ya ? :) thanks.

    @shan-in lee
    penjinak yg darat atau air ? trims.

    Balas
  • 29. Hangatnya Mentari «&hellip  |  Juni 5, 2007 at 9:39 am

    [...] dikategorikan makhluk berdarah panas, tidak seperti makhluk dua alam seperti kodok atau buaya, tidak juga seperti ikan yang kebanyakan berdarah dingin. Karenanya, amatlah wajar jika kita hampir [...]

    Balas
  • 30. meiy  |  Juni 19, 2007 at 5:23 am

    seberapapun agresifnya buaya, pasti lebih agresif buaya darat eh manusia ya mas…buktinya buaya terancam punah…

    Balas
  • 31. telmark  |  Juni 19, 2007 at 11:20 am

    iya, dan yg didarat malahan semakin banyak ya ? :) thanks.

    Balas
  • 32. heztyra  |  Oktober 19, 2007 at 1:12 pm

    ada yang punya anakan/telur ato bibit buaya gak? saya berminat budidaya nih? berapa perekornya ya? hubungi saya dong kalo ada? trus ada ijin khusus gak? kalo mau menangkar buaya?
    jangan lupa hub saya ya temen – temen?
    di: ikie_akoe@yahoo.co.id
    ato sms: 03337748777
    081931999678

    Balas
  • 33. SYECHA  |  Januari 23, 2009 at 10:41 am

    To whom it may concern,

    Saya sangat tertarik dengan budidaya buaya air tawar, dapatkah saya mendapatkan informasi secara detail mengenai hal ini, baik analisisnya, habitatnya dsb, jika tidak keberatan saya ingin berkomunikasi langsung dengan anda.

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



BLOG JG HASIL KARYA CIPTA

The Jungle Book`s

Image Hosted by ImageShack.us

Spam tertangkap oleh si Ismet.

Image Hosted by ImageShack.us
EMO Widgets

apa kata celetukerz sebelah

Kisame di Keganasan ikan Hiu merengut ke…
nurul di Keganasan ikan Hiu merengut ke…
satria@mudq. di Keganasan ikan Hiu merengut ke…
telmark di Keganasan ikan Hiu merengut ke…
ANG di Keganasan ikan Hiu merengut ke…
dhani wisnu di Puisi
Kenta di Keganasan ikan Hiu merengut ke…

Adegan Terbaru, masih hot.

saya pake ini




website stats Blogger Anti Korupsi

Posting Teratas, Kacau balau

Apa kata antobilang :

Semua Blogger Basodara Gerakan Anti Pungli

BlogRock&Roll

daftar lain.

kawan sejenis

Tanggalan

Mei 2007
M S S R K J S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

...

More Photos