Welcome to Bali.
Oktober 14, 2007

This Is It! Today is Blog Action Day.
Selamatkan Bumi tercinta.
*Saya postingkan tulisan ini dlm waktu saya sekarang (di Osaka) 15 oktober 2007, pukul 2:55 pagi*.
I Post this “Blog Action Day”, in Osaka time. oct. 15 2007. am 2:55.
Sumber dan Inspirasi : Gatra.com, BBC Indonesia, Tempo interaktif, Walhi, Greenpeace, beberapa majalah, dan beberapa blog.
Road to Bali. Mampu dan pantaskah Indonesia menjadi tuan rumah bagi seluruh Dunia tentang pembahasan perubahan Iklim Desember mendatang di Bali. (UNFCCC)
Otorita keamanan Tranportasi Amerika (TSA) menyatakan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali telah memenuhi standar keamanan internasional. Nah lho ?
keputusan ini terbalik dgn yg dikeluarkan TSA sendiri pada tahun 2005. apa yg terjadi ?
apakah ada hubungannya dgn peringatan 5 tahun bom Bali, atau ada hubungannya dgn masalah pembahasan iklim yg akan di bahas Dunia Internasional, (pembicaraan tentang pemanasan global yang digelar UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) badan PBB tentang perubahan iklim dunia-, desember nanti di Bali.
Konprensi ini dipandang sangat penting bagi seluruh Dunia. dan tentu saja menjadi ajang bagi para pemimpin dunia utk menentukan sikap dlm menahan laju perubahan iklim.
konon, forum Bali inipun yg dianggap sebagai bahan dasar untuk menggantikan kesepakatan Kyoto. (th 2012).
Presiden SBY sendiri telah mengusulkan pembentukkan F8 (Forestry eight – yg utk sekarang beranggotakan Brazil, Papua Nugini, Kamerun, Gabon, Malaysia, Kosta Rika, Timor Leste, dan Indonesia sendiri) dalam pertemuan APEC lalu di Australia. F8 adalah Negara2 yg mempunyai hutan tropis, yg dikatakan sebagai paru2 Dunia dan penyerap masalah2 emisi karbon yg katanya justru bnyk ditimbulkan oleh Negara2 industri.
F8 sudah sampai pd serangkaian nota kesepakatan, yang diteken Hassan Wirajuda dan Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer, di Hotel Four Season, George St., Sydney, Ahad pekan lalu. – (Gatra.com – 20-sept-2007).
Namanya Forestry, tentu saja akan berhubungan dgn masalah hutan2. nah, selain F8, indonesia juga getol menggulirkan CTI. (Coral Triangle Initiative) dirancang sebagai tempat negara2 yang memang punya wilayah terumbu karang terkaya di dunia. Anggotanya, mencakup Philipina,Timor Leste, Malaysia, Papua Nugini, kepulauan Solomon, dan tentu saja Indonesia sendiri. (CT6, karena anggotanya masih 6 Negara).
Menurut penelitian TNC (The Nature Conservancy – sebuah LSM lingkungan Internasional), CTI menyimpan 600 spesies koral dan 3.000 jenis ikan serta komunitas hutan bakau terluas di dunia. Sebuah kekayaan alam yg luar biasa menakjubkan.
CTI disebut Amazon of The Seas, karena kekayaan koralnya yang disamakan spt hutan Amazon. (Brazil). CTI dinilai sebagai pusat kehidupan dan keanekaragaman biota laut dunia. Menurut penelitian The Nature Conservancy (TNC), sebuah LSM lingkungan internasional, CTI menyimpan harta karun berupa 600 spesies koral dan 3.000 jenis ikan serta komunitas hutan bakau terluas di dunia.
Sejauh ini, F8 dan CTI cukup mendapatkan sambutan yg “Lumayan” dari masyarakat Internasional. Program CTI termaktub dan disebutkan dalam deklarasi APEC, Australia.
Kerja sama kehutanan ini terkait dengan lahan gambut Kalimantan, dan tentu saja dengan mengadakan sejumlah proyek konservasi.
Proyek2 ini mungkin dapat memotong hingga 700 juta ton gas emisi. ( rumah kaca).
Australia berjanji akan menganggarkan dana utk proyek2 tsb, sedikitnya hingga US$ 100 juta. (wow… fantastik kan ? btw, ini untuk periode hingga 30 tahun). selain Australia, Amerika juga berjanji mengucurkan US$ 20 juta untuk program penghijauan di Indonesia.
Optimis Pesimis akan sukses ? hehehe… asal jgn jadi Hiu yg menggigiti dana, sementara hasilnya adalah jauh dari yg diharapkan. (Sssttt….. saya ingin tahu, bagaimana tanggapan dan bahasannya dari seorang blogger senior saya, yg biasa cukup tajam menyorot kebijakan2 dan ulah2 melenceng para pejabat Negeri ini.
).
Riza Damanik, (Manajer Kampanye Laut dan Pesisir WALHI), mengingatkan, bahwa kita jangan terus2-an mengharapkan bantuan dana asing. Upaya konservasi tak optimal berjalan jika sejumlah “penyakit lama” tdk disembuhkan.
Blog ini tak perduli apakah dlm soal ini Negara kita menggunakan momentum politik (yg pas banget bagi saya) atau menggunakan momen “Selagi”, karena kita yg bakal menjadi tuan rumah di Bali nanti. yg penting Negeri ini harus mampu menggeliat dan kembali perkasa dalam soal hutan2-nya, baik yg di darat maupun yg di laut.
Hutan dan Terumbu karang nan indah memang telah banyak rusak. tapi apa salahnya kita mencoba mempertahankan yg ada dan memperbaiki yg telah rusak ?
Pemerintah Indonesia sendiri akan menanam 79 juta pohon. (yg rencananya akan dilaksanakan pada akhir 28 November di sekitar 79.000 daerah), untuk menekan tingkat kerusakan hutan di Indonesia. (tergesa2, karena tak ada record mengenai keinginan baik pemerintah mengenai perbaikan2 lingkungan, di awal2 jelang konprensi Bali ?)
Mmmm… apa itu akan bisa menekan kerusakan2 hutan ? beuhhh… bahkan cap “Pengrusak hutan terparah”-pun tak akan bisa dihilangkan oleh gerakan2 semacam itu.
So, apa yg kita perlukan ? Dana spt tulisan diatas ? atau menanam pepohonan yg sekali2 itu ? huh….
Yg kita perlukan adalah Hukum dan Tindakan tegas atas pembalakan2 liar itu sendiri oleh Industri2 kayu, reboisasi berkala dari seluruh departemen2, reboisasi yg benar dilaksanakan mutlak dari setiap pemegang HPH, dihentikannya perkebunan2 kelapa sawit yg semakin merangsek hutan yg ada, penyuluhan2 thp masyarakat sekitar hutan, Dll, sampai penanganan yg khusus mengenai kebakaran2 hutan…
Pokoknya semua, yg bisa melepaskan kita dari tertuduh penyumbang emiter karbon urutan ke 3 di Dunia. (Wetland Internatonal, sebuah LSM Internasional). atau tuduhan2 parah spt Jeritan Mayday Negara Indonesia.
Ingat, semua itu jgn menjadi ganjalan dlm Konperensi Bali nantinya. Indonesia sebagai tuan rumahnya tdk ingin jadi bulan2-an kan ? so teruslah perbaiki dan bekerja dgn benar dan lebih giat lagi. termasuk isu ttng hukum. (contoh memalukan : Kejaksaan menolak 14 kasus pembalakan liar dari 17 kasus yang diajukan oleh Kepolisian Daerah Riau. padahal kita semuanya tahu parahnya kasus2 hutan di riau. hutan yg diperkirakan akan habis 10 tahun mendatang, atau bisa lebih cepat).
Bagaimanapun, Selamat datang di Bali…….
Entry Filed under: Lingkungan, Save This Earth !. .
22 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed















1.
timpakul | Oktober 15, 2007 at 1:24 am
semoga pertemuan bali tak hanya sekedar sebuah seremoni yang menghabiskan ratusan miliar rupiah dan ribuan energi yang tak terbaharukan….
pengurangan emisi industri menjadi penting, agar suhu menjadi lebih dingin..
2.
danalingga | Oktober 15, 2007 at 11:40 am
Kira-kira hutan kita telah berkurang berapa persen ya?
3.
Sawali Tuhusetya | Oktober 15, 2007 at 11:52 am
OK, mari kita jadikan hari esok lebih baik melalui aksi penyelamatan lingkungan. Mudah2an pertemuan di Bali mampu memberikan makna bagi kemaslahatan umat manusia di muka bumi.
4.
aRuL | Oktober 15, 2007 at 12:02 pm
percuma kayaknyamasih banyak illegal logging tuh, tetap indonesia sebagai penyumbang asap terbanyak ke malaysia..
5.
caplang™ | Oktober 15, 2007 at 2:15 pm
desember yak?
turing ke bali ahh…
6.
cK | Oktober 15, 2007 at 4:19 pm
minta tiket ke bali…
*OOT*
7. Selamatkan Bumi Tercinta &hellip | Oktober 15, 2007 at 4:21 pm
[...] • Selamatkan Mangrove • Merawat langit • Global Warming and Destruction of the Earth • Welcome to Bali • Anak [...]
8.
mina | Oktober 15, 2007 at 5:11 pm
semoga apa yang dibicarakan di Bali tidak hanya dalam bentuk tertulis saja, tapi dilaksanakan dengan baik (tanpa korupsi)
9.
Pesan Peduli Lingkungan y&hellip | Oktober 16, 2007 at 6:48 am
[...] ”Pay It Forward”, atau ”Global Warming and Destruction of the Earth” (maaf untuk blogger lain yang tidak disebut tulisannya di sini, apalagi yang judulnya panjang-panjang). Tapi seberapa [...]
10.
enggar14 | Oktober 16, 2007 at 10:45 am
menejemen pengelolaan dan pemberdayaan hutan masih menjadi masalah besar. produk hukum yang mengatur adalah pagar pengaman yang menentukan keberhasilan proyek pengelolaan dan pemberdayaan hutan di Indonesia.
11.
Maya krisna | Oktober 16, 2007 at 11:28 am
Mas, tolong lanjut lebih jauh dong tentang karang laut.
12.
telmark | Oktober 16, 2007 at 11:52 am
@timpakul
iya, semoga saja itu bisa menjadi sebuah permulaan terobosan bagi kesepakatan2 dunia ttg lingkungan yg lebih baik. amien.
thanks.
@danalingga
mmmm… darimana ngitungnya ya ? dari awal dunia, atau dari tahun berapa gitu ?
contoh utk hutan. hutan Riau misalnya, bila dimulai dari 2007, diperkirakan 10 tahun atau paling lambat 15 tahunan lagi (10%-7,5% / tahun-nya). berarti jika sampai th. 2017, 100% akan habis, jika tdk segera dilakukan “Moratorium” total.
thanks.
@Sawali Tuhusetya
moga2 aja pak… kita hanya bisa berharap, namun hasilnya mereka itulah yg menentukan.
thanks.
@aRuL
iya bener…
menyedihkan memang soal illegal logging dan kebakaran2 yg masih terjadi di hutan2 kita.
trims.
@caplang
turing yg saya juga belom pernah ngerasain.. pengennnnnn banget.
yuk…..
thanks.
@cK
sono minta caplang.
trims.
@mina
semoga saja. btw, soal korup… kayaknya sama sulitnya dgn persoalan kayu hutan. sama2 membuat manusia menjadi buta tuli thp uang.
thanks.
@enggar14
produk hukum, walaupun kurang berat dan akurat, namun bisa dikatakan sudah ada.
tetapi ketegasan pelaksanaannya itu yg payah… banyak pelaku illegal logging, perusak lingkungan (spt perusahaan2 yg membuang limbah ke sungai), sampai pejabat yg menyelewengkan uang reboisasi,
masih bebas menikmati kemewahan diatas kerusakan lingkungan.
trims.
@maya krisna
maya ???
maksudnya tentang terumbu karang ?
ok, good ide. lain kali saya tuliskan tentang itu. thanks.
13.
guebukanmonyet | Oktober 17, 2007 at 8:29 am
Sukses buat Bali dan Indonesia, semoga tidak hanya jadi ajang basa basi belaka.
14.
hoek | Oktober 17, 2007 at 11:31 am
ah…..saia fesimis………….cuma sekedar seremoni doank kek geto, afalagi endonesa..mhehehehe
15.
alex | Oktober 18, 2007 at 8:54 am
Pesimis juga, Hoek…
Tapi begini deh, kalo ntar endonesa ini pemimpinnya pada plin-plan, mari kita permalukan saja dengan mem-blow-up lagi celoteh mereka di konferensi itu
16.
telmark | Oktober 18, 2007 at 2:17 pm
@guebukanmonyet
semoga mas, sayapun sgt berharap utk itu.
thanks.
@hoek
hehehe…. perasaan kita kok ampir sama ya? apalagi para pemimpin itu dibuai oleh kerennya alam Bali, makin lupa aja ama tujuannya…
trims.
@alex
btw, memang bloger harus melakukan sesuatu yg harus cukup diperhitungkan.
great, cukup radikal juga ya ?
thanks.
17.
alex | Oktober 18, 2007 at 3:39 pm
Ya, itu harus toh? Daripada senegara malu, mending pemimpin yang kita permalukan. Mempermalukan pemimpin kan beda dengan mempermalukan negara sendiri
*ketawa stress*
18.
Ferry ZK | Oktober 25, 2007 at 4:16 am
dari bali ke hutan hi.. hi.. klo gw pilih bali aja dehhh ada yang mo derma paket perjalanan ke bali ???
19.
GuNtur | Nopember 27, 2007 at 12:59 pm
Mending Q aj yang Jd Pemimpin di INdonesia waktu Rapat di Bali
20.
GuNtur | Nopember 27, 2007 at 1:07 pm
Eh Aq mNta Tiket Ke Bali DUNXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX, Coz Aq mw ksana
21.
Iphyt | Januari 28, 2008 at 8:31 am
Qta emank harus selamatkan bumi tercinta ini. jauhkan diri dari global warming dan jaga lingkungan sekitar. jangan berbuat yang engga’-engga’.
otreee…..
green is my life….
22.
dharma | Maret 28, 2008 at 3:12 am
kao negara indonesia sudah ga ada hutan’a bentuk’a kaya apa