Pendekar Modern [ episode 2 Akulah Sang Naga ]

#### Tulisan sebelumnya bisa anda lihat di cerita sebelumnya. [ episode 1, permulaan hari cerah ] ####

. . Udin akhirnya menyetujui juga usulan dari temannya itu. Dan dikarenakan Orang yang mereka tuju itu berdiam di sebuah Villa di kawasan puncak, Udin dan Sarpin akhirnya menaiki Bis jurusan bandung.
. . “Pin.. elo yakin orangnya janjiin kita di tempat sejauh ini ?” Udin yang tidak terbiasa naik bis itu mulai merasakan mual dan kepalanya pusing tujuh keliling.
. . “Udah, elo diem aja din. pokoknya elo gua bagunin kalo kita udah nyampe nantinya… eh, elo kok pucet banget sih din ? halah, elo mabok ya ?” Sarpin bertanya sambil sedikit terkekeh.

. . Tiba di kawasan puncak, perbatasan antara Bogor dan cipanas, Cianjur, mereka dengan mudahnya menemukan tempat yang dimaksud tersebut. semua Orang yang ditanyakan mengenai alamat tersebut, langsung mengetahui nama Villa yang dimaksud.
. . Rumah peristirahatan tersebut terletak bukan dipinggir jalan utama kawasan tersebut. namun masuk lagi ke dalam, melewati jalan beraspal, dengan sekeliling tanaman-tanaman indah yang menghiasi di kiri-kanannya. dan tak berapa lama, mereka sampai di sebuah villa yang berwarna putih.
. . “Gila pin… rumah sapa nih pin ? gede banget ? elo yakin disini tempatnya ?” Udin memandang sekeliling pagar yang melingkari sebuah bangunan besar yang mewah.
. . “Gua juga ga tau din… tapi nama rumah ama alamatnya sih bener din.. ”
. . “berarti bener dong… ayo pin kita masuk ! …lho ? masuknya gimana ? pintu pagernya kekunci gini ?” Udin mengawasi sekeliling pagar tinggi bercat hijau – emas tersebut. tak ada siapa2 disitu.
. . Selagi mereka berdua saling kebingungan itu, tiba-tiba terdengar sebuah suara menegur dari sebuah speaker kecil disamping pintu gerbang tersebut.
. . “Hoiii, kalian berdua, ngapain kalian disitu ?” Suaranya terdengar berat dan galak. Udin dan Sarpin spontan terkejut.
. . “anu.. anu.. saya duh kejepit..” Sarpin meringis, karena akibat terkejut tadi, tangannya sempat terjepit diantara grendel pintu gerbang tersebut.
. . “hah ? anu lu kejepit pin ? lu ngomong paan sih pin ?” Udin bertanya heran.
. . “alah lu din.. bukan anu gua, tapi ini tangan gua kejepit. lu sih pake gentak-gentakin pager ini segala.” sarpin kadang-kadang merasa kesal juga dengan kepolosan temannya yang satu ini.
. . “oh..hehehe.. bukan salah gua pin, salah pager itu yang ngomongnya ngaget-ngagetin gua.” Udin tertawa, geli.
. . “Hoiii, ngapain pake bisik-bisik segala ? kalian mao maling ya ? ayo ngaku ? kalo engga, saya tembak kalian !” Kembali suara itu terdengar mengancam.
. . “duh bukan pak… kami berdua Sarpin ama Udin. kami kemari mao ketemu Pak Jaelani.” kata Sarpin menjelaskan mereka berdua.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Bersambung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Pendekar Modern [ episode 2 Akulah Sang Naga ]

  1. fulan berkata:

    Sambungannya jangan lama-lama dong, …
    ini nanti cerita silat kayak jaka sembung, apa …gelk…cerita …gelk gelk …????

  2. telmark berkata:

    Hehehe… susah ngomentnya mas. 🙂 Btw, mas Pambayun, thanks buat kedatangannya.

  3. Mbah keman berkata:

    MEsake tenan ..mas telmar ini hua ha ha ha

  4. telmark berkata:

    iya mbah.. kan mbah seniornya. ngomong2 MEsake paan mbah ? maklum mbah, saya baru dan oon. maklumin ya mbah

  5. ooyi berkata:

    Itulah…kalau kita datangnya “kejepit”, pasti deh ada yang “kejepit”. Belajar dari Udin🙂. Ayo..terus ceritanye, makin asyik nihh🙂

  6. telmark berkata:

    hehehe… iya, Ooyi, orang2 kecil memang gampang kejepit. thanks buat jengukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s