Menyetir di jalanan.

Ada yang ingin saya ceritakan tentang berlibur, dan menyetir sendiri kendaraan di jalanan. cumen perasaan saja yang saya ceritakan, tidak ingin membandingkan atau mencemooh apa yang terjadi diatas aspal Negri ini.

Dijalanan, rasanya kemanusian bukanlah suatu yang harus diperhitungkan oleh setiap pengemudi. mao belok kekiri, kita harus maksa, dengan menonjolkan hidung mobil kita sedikit demi sedikit, agar mendapat celah untuk bisa sampai kesana. kok ? apa engga ada yang ngasih jalan ? boro-boro…. itu kenyataan yang saya dapat. rasanya seperti di planet lain.

Di sebuah lampu merah, saya didatangi oleh seorang petugas jalan raya. Ia meminta saya menutup rapat semua jendela mobil saya serapat mungkin. demi keamanan katanya. ada sesuatu yang lain dihati ini.. sebuah rasa sedih sedemikian rupa, melihat semua kenyataan, hanya dalam beberapa jam menyetir mobil sendiri di jalanan kita.

di sebuah kemacetan itu, seorang anak kecil mendatangi saya. Ia, tanpa alat musik apa-apa, segera menyanyi. sebuah lagu yang tak jelas. saking tak jelasnya, saya sampai mematikan tape di mobil saya, dan membuka jendela kaca sedikit, demi keingintahuan saya terhadap anak itu. hasilnya : memang tak jelas lagu yang dia nyanyikan. atau mungkin juga Ia memang tak berniat menyanyi.

Ada sesuatu yang salah di Negri ini. Saya pernah menyetir mobil di beberapa kota besar di beberapa Negara. lain benar jalanan di di Indonesia ini. mungkin, Negara yang katanya ramah tamah dan murah senyum ini, harus belajar lagi tentang tentang arti kata kesetia kawanan sosial, dengan belajar lebih keras lagi.

kita kembali ke si pengamen jalanan tadi. apa betul perkataan seorang teman, yang mengatakan, berilah pengamen jalan uang, agar mobil kita terhindar dari goresan iseng tangannya, jika kita tak memberinya tip tersebut. saya melihat pengamen tersebut tak menyiratkan tampang seorang tukang iseng yang cukup menakutkan. tapi iyalah, daripada nge-garet, saya memberinya juga sejumlah uang kecil padanya.

Apapun juga, ini adalah jalanan kita… macet total, dengan sedemikian banyaknya tukang asongan dan pengemis. belum lagi pengamen2 cilik dan tukang jualan yang banyak terdapat dimana2. termasuk, tentunya, para tukang copet, penjambret, dan premanisme yang kayaknya telah mendarah daging. [ tanya aja ama para Dokter, apa bisa mereka ngoperasi penyakit yang mendarah daging. jawabannya pasti : Ammmpuuunnn… ]

Saran : Hati2 membuka kaca jendela kendaraan anda, terutama di daerah lampu merah.
Kenapa ? jawabannya mudah : demi Keamanan. selain daripada faktor aman td, ada juga faktor keamanan lainnya. contohnya seperti membuang ludah tanpa melihat kiri kanan jalanan. [ coba aja buka kaca sedikit dan buang ludah sembarangan di lampu merah, dijamin, anda pasti benjut ] Ludah anda akan segera mengenai pengguna sepeda motor disamping kendaraan anda, saking banyak dan tidak disiplinnya para pengguna jalan lain yang memaksa berdesakan ingin segera mendahului kendaraan anda.

Di Negara yang sedikit lebih maju, SIM [ Surat Izin Mengemudi ] adalah kartu yang luar biasa bisa membanggakan si mpunya. contohnya adalah saya. terbiasa membawa kendaraan di Indonesia adalah sama halnya dengan nothing banget buat bawa kendaraan di Negara lain. Saya lulus ujian SIM di Jepang tepat pada test yang ke duabelas. [ hehehe…]

Tapi itu bukan berarti saya oon bawa mobilnya kan ? wong testnya aja yang susah susah gampang….. dan [ nah ini dia ] di Negara ini mutlak tak ada SIM tembak. SIM sogok, SIM duit, SIM yang tanpa test, atau SIM apapun namanya. 1000% harus melalui test tulis dan test lapangan.

Dan, SIM di jepang masing2 mempunyai warna dan point. [ hijau utk pemula, biru utk menengah, dan gold utk selanjutnya. dan masing2 mempunyai 15 point ] sekali kita melakukan pelanggaran ringan, maka point kita akan berkurang. 2-3 kali pelanggaran ringan aja udah bisa dicabut tuh SIM… apalagi pelanggaran berat.

Untuk urusan disiplin, negara yang lebih maju memang jagonya. kali kita dalam satu kendaraan ada 4 orang, namun pengemudinya mabuk, ke 4 orang itu semuanya kena denda, walaupun yang 3 lagi tdk dalam kondisi mabuk. [ dulu 300.000 yen utk 1 orang. 300.000 x 4 = 1.200.000 yen. dikalikan lagi jumlah dalam rupiah [ 1 yen = kurang lebih sekarang rp. 78 ] jadi totalnya kira2 rp. 93.600.000.- itu dulu, sekarang naik lagi /orang jd 500.000-an yen. [ tiap taun ada kenaikan ] belum lagi pencabutan SIM dan penjaranya……..

Anehnya, walaupun volumenya sedikit, tetap aja ada orang yang bandel di Negara ini. Nah kalau Negara yang sulit SIM-nya, disiplin, dan dgn denda besar saja tetap ada yang bandel, bagaimana dengan Negara kita ? dimana SIM bisa didapat dengan super mudah, tak perlu terlalu disiplin, [ salip kiri-kanan adalah hal lumrahkan ? ] dan denda bisa dibayar di tempat kpd Oknum polisinya semurah mungkin….?!

Rasanya saya harus cpt ke Dokter. kalo ditanya keluhannya apa, saya akan menjawab pasti : stress karena nyetir. dan Dokter pasti akan jawab sama pastinya : Ammmpuuunnn……… saya menyerah…

Tdk ingin menyudutkan satu kelompok tertentu. kemanusiaan masih ada dihati saya, walaupun faktor keamanan menjadi yg utama, dimana jalanan di negeri kita terasa begitu buas. maaf kalau salah, tetapi 100% pengalamannya saya jalani sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Tanda Tanya. Tandai permalink.

17 Balasan ke Menyetir di jalanan.

  1. Evy berkata:

    jawab dokternya : Lha kok samaaaa….. aku dulu suka ngajak anak2 di lampu merah nyanyi bareng dan pake joged…trus tak bagi makanan apa aja yg ada di mobilku, ga usah takut mas, asal niat kita baik dan ga usah menunjukan kemewahan di depan mereka, misale HP or tas di sumputin, di bawah jok, mudah2an orang2 kaya pada ramah dan care sm mereka jadi mereka juag ga akan menyakiti, tapi saling menyayangi…

  2. telmark berkata:

    koment yg keren dan pass walaupun keras dan menyudutkan. sayapun termasuk orang berperasaan. care dan berkesetia kawanan sosial. tapi Bu dokter, mungkin saya kurang informasinya ya. (sengaja tak dimasukan ttg pengalaman, karena terkesan diskriminat. tetapi masa sih anda tak tahu?). silahkan coba di Jakarta. ga perlu bawa hp atau tas malah, lamaan dikit di harmoni, spion anda di congkel orang. wong jalan kaki aja ditodong. naik bis dompet bisa ilang. saya tak menyalahkan perorangan, karena menurut data, mereka teroganisasi. (kel.palembang, gel. kapak merah, rom.plum,harmoni) dijaman kerismon, saya bawa boks dan bagi2 makanan (nasi bungkus) bersama keluarga, dengan sasaran para pekerja kasar dijalan. (tk. galian kebanyakannya). tp tdk sampai nyanyi dan joged bareng. jadi silahkan sekali saja berputar di Jakarta, dan bukalah kaca jendela anda lebar2. thanks buat koment-nya. senyum anda manis. tetaplah saling menyayangi.

  3. mbah keman berkata:

    hik..hik.. simbah juga sedih,,serbasalah lah pokoknya,,,mau kasih.. duit, sama pengamen atau pengemis, gak bisa! jadi ya terpaksadeh cuman dada!bukan pelit,tapi sekali kaca mobil keren simbah,,gak bisa di naikan atau diturunkan,,, hehe, manual cos, kacanya di tarik dari atas pake tangan …alis dol, he he, ya kalau kebangetan..terpaksa deh bukak pintu..

    SIM, wakakal…kalau pake mobil sim gak penting,, hehe dan seumur hidup simbah gak punya SIM..alasanya simple siapapun bisa buat SIM ,,,200 ribu jadi sim tmbah 50 ribu,,jadi tanpa susah payah,

    jadi SIM, Surat ijin memungut

  4. telmark berkata:

    Si mbah pura2 aja iks, wong saya tahu Mobilnya keren. kalo sim sih emang murah & gampang bgt ya di Negara kita. Sim = surat ijin memungut. setujuuuu… Thanks ya mbah.

  5. juliach berkata:

    Kedua ortu korban tabrak lari sebulan yg lalu. Ibu hanya luka di tangan & kaki, sedangkan bapak pinsan dan harus dirawat di RS selama seminggu, hingga kini masih pusing kepala terus. Sangat disayangkan kelakuan pengemudi mobil tersebut. Mengapa hrs melarikan diri? Mengapa tdk berhenti menolong korban? Seandainya dia berhenti menolong kedua orang tua saya, pasti mereka berdua juga tdk menuntut.

    Kami sering menjadi korban kecerobohan para pengemudi, tapi kebanyakan mereka lebih galak, tak mau minta maaf duluan, bahkan minta diganti rugi.

    Pernah mobil saya ditabrak dr samping, si sopir marah-marah duluan. saya berlagak bloon + senyum-senyum sambil memeriksa pintu kiri yg penyok & bemper depan mobil dia. Koq, masih marah-marah & minta ganti rugi lagi. Akhirnya gantian saya teriakin & aku banting saja dia + saya piting. Baru diam. Dompetnya saya rebut, saya ambil SIM-nya & saya tukar dgn kartu nama, sambil bilang, “Kalo udah kaleman & nyadar kalo salah, datanglah ke rumahku utk minta maaf, jangan lupa bawa bunga & entar cium ujung kakiku baru aku kembaliin SIM-mu.”

    Eh… seminggu kemudian ada orang ABRI nelpon aku dgn referensi org itu, pakai mbentak-mentak lagi. saya tak mau kalah & saya terangkan semua kejadiaan itu. Oknum ABRI itu malu, lalu minta maaf & berjanji akan menyuruh orang itu datang.

    Orang itu datang 2 bulan kemudian. Beruntunglah dia datang tepat waktu, karena kaki sebelah saya sudah masuk taksi yg akan mengantar saya ke airport utk mudik. Saya nasehatin dia utk bersopan santun & bilang kalo mobil udah diasuransi. Dia masih berdalih krn itu mobil boss-nya, ya dia harus ganti rugi sendiri dong.

    Pusing deh dgn orang-orang seperti ini.

  6. telmark berkata:

    Betul mbak Juliath… banyak Orang2 tak bersalah menjadi korban kecerobohan para pengemudi. saya turut berduka untuk kecelakaan yg terjadi thp kedua ortu anda. (dan turut bersumpah serapah terhadap para pengemudi yg tak bertanggung jawab spt itu). semoga para pengemudi kian menyadari arti pentingnya keselamatan di jalan raya. dan pengemudi2 yg marah2 duluan, padahal tau kalau mereka tuh salah, harusnya langsung aja ditilang dan dicabut sim-nya. mereka itu tak tahu sopan santun dan tdk bisa menghargai sesama pengguna jalan raya yg lainnya. thanks buat kunjungannya.🙂

  7. peyek berkata:

    kalo negeri ini besa kayak Jepang, wah berkendara pastilah akan lebih nyaman.

  8. telmark berkata:

    tentu saja mas Peyek, nyaman – aman – tertib teratur, itulah impian kita dijalanan. terima kasih buat komen dan kunjungan anda.

  9. deKing berkata:

    Hehehe..beginilah Indonesia tercinta
    Sepertinya di semua sektor kehidupan gak ada yang bener, tapi aku tetap bangga sebagai orang Indonesia
    Saya walaupun sering keluar kota naik mobil tetapi sampai sekarang tidak punya SIM juga…buat apa sih? Gak ada gunanya dan cuma buang2 duit…
    *sambil nyetop bis kota*😀

  10. telmark berkata:

    hehehe… iya mas, begitulah negara kita tercinta. akupun tetap bangga sebagai orang Indonesia. thanks ya udah berkunjung dari jauh naik bis kota.🙂

  11. wargabanten berkata:

    Endonesa memang seperti ini, endonesa yang katanya ramah-tamah – andap asor, jiwa sosial nya tinggi – tekenal dengan gotong royongnya.

  12. FITRIYONO berkata:

    You do not need to be great to start something. Do it now and do not ever put off because the chance may not come twice

  13. USWATUN KHASANAH berkata:

    Jangan menunda apa yang harus anda kerjakan saat ini. Penundaan hanya membuat anda tertinggal.

  14. USWATUN KHASANAH berkata:

    Tanpa menghormati dari isi artikel anda kami denature indonesia hanya sekedar memberikan solusi obat herbal untuk penyakit yang sedang anda deerita, mohon dimaafkan jika tidak berkenan cara mengatasi wasir tanpa operasi

  15. NENI AGUSTIAWATI berkata:

    There is no elevator that helps you to be successful You have to start from the stairs

  16. Yang penting itu bukan apa yang kita ketahui tapi apa yang kita bersedia pelajari

  17. Work with people who believe in your dreams They will be encouraging you when fail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s