Guru oh… Guru….

Adakah seorang yg bisa menjadi pintar tanpa bantuan para Guru ?
Sumber dan inspirasi : MNC Jp/seputar Indonesia RCTI, dan beberapa sit/blog yg membantu. termasuk jg YM yg telah mengijinkan saya chat di jam 4 pagi.
and buat yg terkena tb, desainer, yg lagi sakiter, peminum kopier, Dokterer, guruer, pokoknya semuaer, (biarpun `ga nyambung) thanks buat izinnya.

Layakkah seorang yg sudah bekerja dan berbakti (disertai rasa setia dan juga kebanggaan thp profesinya), menuntut sebuah pembayaran Tunjangan, yg notabene tdklah besar ?
atau gini deh… langsung pertanyaannya. adakah Guru di Negeri ini, yg cukup makmur, sehingga tdk lagi kesulitan dana ini dan itu ?

sebab, bagi saya pribadi (dan rasanya sama juga bagi banyak kalangan – Didapat dari obrolan, baik langsung maupun melalui chating – pendapatan seorang Guru hanya bisa digolongkan dari tk. bawah ke menengah saja. walaupun ada jg yg bernasib lebih baik, karena bisa memanfaatkan waktu luang dgn pekerjaan sampingan. )
Upah bulanan atau gaji seorang Guru sama sekali masih jauh dari kata mencukupi. mengingat profesi itu yg sangatlah penting bagi jasa pendidikan Nasional, dan jelas2 akan sangat berpengaruh terhadap terciptanya SDM yg cerdas, kuat dan bijak, sehingga juga sangat jelas berpengaruh akan kesinambungan nasib Negara ini di masa yg akan datang.

Dlm Undang2 no. 14 th. 2005 jelas tertera bahwa seorang Guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan hidup, berhak atas promosi dan penghargaan, memperoleh perlindungan dlm melaksanakan tugas, kesempatan meningkatkan kompetensi, dll.
Anda bisa baca sendiri disini

di pasal 15, terdapat penjelasan sbb.
Penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dlm pasal 14 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok, tunjangan yg melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yg terkait dgn tugasnya sebagai Guru yg ditetapkan dgn perinsip penghargaan atas dasar prestasi.

Berita Duka.
Ada berita yg menyedihkan saya lihat di layar kaca hari kemarin. ribuan Guru bentrok dgn SatPol PP, di daerah Lombok, NTB. What wrong with Indonesia ? Tak cukup hanya dgn SatPol PP, akhirnya utk meredamkan keributan tsb, satu Peleton Polisi Polres Mataram-pun terpaksa diterjunkan. duh….

Para Pahlawan tanpa tanda jasa tsb bukan ingin menyerang atau berbuat tidak senonoh kerusuhan di kantor Gubernur Nusa tenggara Barat. Mereka hanya berdemo menuntut pembayaran tunjangan.

Lebih dari 1000 Orang Guru yg tergabung dlm PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) tsb, berunjuk rasa menuntut pembayaran tunjangan fungsional Guru, tunjangan khusus, dan tunjangan lainnya, sesuai dgn Undang-undang no. 14 th 2005.
Tadinya demo berjalan tertib. namun ketika sejumlah pengunjuk rasa memanjat tugu didepan pintu masuk kearah ruang Gubernur, walaupun para SatPol PP sudah melarangnya, akhirnya memicu bentrokan tidak bisa terhindarkan. akhirnya Polres Matarampun mengambil alih pengamanan di kantor gubernur tsb, yg tadinya hanya di jaga Satpol PP.

Ketua PGRI NTB, mendesak Pemerintah memberikan uang makan PNS, kepada seluruh PNS baik yg dipusat maupun yg di daerah2.

Para Guru di NTB juga mendesak Pemerintah mengkaji ulang kebijakan ujian nasional (UN), yg dianggap tdk sesuai dgn sistim pendidikan nasional.

Sedikit berita lain
Di Jakarta, lebih dari 1000 Orang guru bantu yg tergabung dlm FKGBI (Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia) menggelar aksi simpatik kepada Presiden SBY, sebagai tanda terimakasih, atas direvisinya PP 48 tahun tahun 2005 yg memungkinkan Seorang Guru bantu yg berusia lebih dari 46 tahun dgn masa kerja lebih dari 1 tahun, bisa menjadi PNS. revisi PP tsb menjadi sebuah harapan yg baru bagi 6.900 Guru bantu se-DKI. 1000 Orang Guru bantu tsb menyerahkan karangan bunga kepada Presiden secara simbolik.

Tetapi, sebaliknya…
LSM Perduli pendidikan Bangsa (LSM P2B) Justru berdemo dan menghujat Pemerintah, yg dituduh tdk berpihak kepada rakyat kecil. mereka melakukan aksi mogok makan tepat di depan Istana Merdeka Jakarta, menuntut pemerintah memenuhi 20 % anggaran pendidikan dari APBN, agar pendidikan murah bisa dinikmati juga oleh Rakyat kecil.

Lantas, apa yg bisa diperbuat kita sebagai masyarakat Indonesia, dan terutama kita sbg Blogger ?
tentu apa saja bisa… tapi yg jelas, bukan memprovokasi atau memancing di air keruh, saat pendidikan kita tengah gonjang-ganjing menuju ke arah era pengembangan dirinya.

Sumber utama adalah MNC, Jp, yg diambil dari Seputar Indonesia.

Pos ini dipublikasikan di Nasional. Tandai permalink.

28 Balasan ke Guru oh… Guru….

  1. Ferry berkata:

    wah se-7 banget deh, coz klo gurunya gara – gara urusan dapur jadi ga layak di gugu dan ditiru kan berabe๐Ÿ˜€

  2. Fadli berkata:

    Jadi Guru Jujur Berbakti, Memang Makan Hati

  3. Takodok! berkata:

    Lantas, apa yg bisa diperbuat kita sebagai masyarakat Indonesia, dan terutama kita sbg Blogger ?

    Saat ini, cuma bisa jadi “murid” yang baik. Tapi kalo nanti, suatu saat, misalnya nih, duduk di jajaran Dinas Pendidikan Nasional, mudah2an bisa memperjuangkan nasib guru (amin!), separah2nya usaha, tidak ikut2an korupsi!

  4. deKing berkata:

    Belum lagi kasus guru yang dipecat dan diskors gara2 melaporkan kecurangan yg terjadi dalam ujian nasional.
    Tanya kenapa?

  5. peyek berkata:

    wah, memang kita ini nggak pernah bisa menghargai jasa guru, dikira anak cucu kita kelak bisa pintar tanpa guru, mbokya mikir!

  6. telmark berkata:

    @Ferry
    betul.. gara2 urusan ekonominya, seorang guru pintarpun jd berkurang konsentrasi mengajarnya. thanks.

    @Fadli
    tapi mengapa gaji guru Oemar bakri, seperti dikebiri… ๐Ÿ™‚ trims.

    @Takodok!
    tapi utk bisa merubahnya, tentunya harus ada di “jajaran atas” Dinas tsb. amin… semoga perjuangan, di dinas apapun, kita tdk ikut2-an korusi. ๐Ÿ˜‰ thanks.

    @deking
    walah ? sampe dipecat ?? makanya, memang bagi bnyk kalangan Guru, UN tampaknya tdk bisa diterapkan disini. malah ada yg bilang, UN seperti gambling. yg pintarpun bisa KO.
    Tanya kenapa ? trims.

    @peyek
    iya mas, tak ada seorangpun bisa pintar tanpa ada gurunya. dan sedikitbanyaknya, Guru berperan membentuk cara berpikir kita. thanks.

  7. deKing berkata:

    @Bang Telmark:
    Guru yang enggan terlibat dalam kecurangan UN dan pada akhirnya melakukan pelaporan kecurangan itu kebetulan bukan PNS, melainkan guru bantu dan guru kontrak sehingga pihak sekolah bisa memecat dan menskors dengan leluasa.
    Ironisnya pihak Dinas setempat (kalau tidak salah kasus ini di Medan) juga tidak bertindak tegas dan menurut berita malahan terkesan berskenario dengan sekolah2 bersangkutan

  8. Kangguru berkata:

    walah ini sich koinsidensi sorry kebetulan aja judulnya sama cuma untung isinya beda heheheh

  9. Kangguru berkata:

    nitip ping back
    Guru oh Guru
    Guru merupakan faktor utama jika kita membicarakan pembangunan dalam sektor pendidikan yang pada gilirannya akan menjadi dasar dalam pembangunan Nasional.

  10. venus berkata:

    kapaaaan ya kita belajar? makin lama perasaan makin ga ada orang yg bisa ngurus negara dengan baik dan benar deh. sedih…:(

  11. antobilang berkata:

    para pejabat itu pinternya bukan karena guru, makanya mereka tega….
    mereka itu kan bergurunya kepada batu.

  12. cakmoki berkata:

    Hingga kini, Guru hanya dituntut tanpa diperhatikan dengan layak.
    Mestinya guru mendapatkan penghasilan (gaji plus lain-lain yg sah) di atas pegawai lain mengingat jasa-jasa beliau, agar bisa mendidik dengan tenang, bisa mencukupi keluarga dan bisa menabung untuk hari tua.
    Lha kalok Guru masih harus mikir nyari penghasilan tambahan karena gaji tidak cukup, kemajuan pendidikan hanya mimpi.

    Tanpa Guru tak kan ada presiden, gubernur, walikota, bupati, dpr/dprd dll, kecuali jika merka berguru ke Mak Lampir.

    Hidup Guru …
    mari kita buat gerakan “bela guru”

  13. telmark berkata:

    @deking
    keterlaluan… *geleng2 kepala* sungguh2 keterlaluan. Ujian Nasional juga masih di kong kali kong. ada teman yg mengatakan, dgn adanya ujian nasional, dikemudian hari justru malah membuat sebuah kelicikan2 baru. dan bisa memperkaya oknum2-nya. beuh…
    contohnya ya itu, pihak sekolah yg bersekenario dgn dinas setampat. ๐Ÿ˜ฆ semoga para guru bantu tsb bisa segera mendapatkan pekerjaannya kembali. amin. dan pihak sekolah serta dinas kampret tersebut, semoga segera mendapatkan pembalasanNYA. thanks.

    @Kangguru
    serupa tapi nyaris serupa ya kang ? ๐Ÿ˜‰
    silahkan kang, and trims.

    @venus
    iya mbak… permasalahan bukannya selesai, tetapi semakin banyak menumpuk tiap harinya. gimana kalau para blogger aja yg ngurus negara ?๐Ÿ™‚ thanks.

    @antobilang
    hehehe… berguru dan sekalian menuhankan batu ya nto. ๐Ÿ™‚ trims.

    @cakmoki
    betul cak Dok, gurulah manusia yg paling sering dilupakan jasanya. (apalagi kalau gurunya galak ya๐Ÿ™‚ ).
    berguru ke mak lampir ? ada ijasahnya ga ?
    hidup guru. thanks.

  14. kurtubi berkata:

    kayanya menurut ku blogger juga guru minimal buat diri sendiri dan tanpa digaji. Pemerintah memang sedang dipusingkan oleh banyak tuntutan… soalnya memang dana minim, bocor sana2 sini, namalnya susah…๐Ÿ™‚

  15. telmark berkata:

    @kurtubi
    terang aja nambalnya susah. wong korupsi `ga berenti2-nya ngebocorin dana ini-itu. ๐Ÿ™‚
    thanks.

  16. bangaiptop berkata:

    Banyak orang Indonesia yang percaya, bahwa ada tiga profesi yang langsung berhubungan dengan Tuhan. Diantara lain, hakim, dokter dan guru.

    Umumnya, kepercayaan itu disalahgunakan. Karena mereka percaya, tiga profesi makhluk itu langsung berhubungan dengan Tuhan, maka Tuhan lah yang akan menggaji mereka.

    Akibatnya, nasib guru… dikemplangin terus. Hidup mereka yang sudah kembang kempis, makin diperburuk oleh perkosaan terhadap gaji kecil mereka.

    Guru… Ohh Guru…

    Sebagai Blogger… yaa jelas mendirikan Guru United. Aliansi Alternatif Guru. Atau bahkan Front Pembela Guru.

    Hehehe. OOT yaa saya. Maap yaaa.. hehe

  17. telmark berkata:

    @bangaitop
    saya juga percaya, 3 profesi itu berhubungan langsung dgn Tuhan. sedangkan koruptor yg merkosa gaji para Guru kecil ? berhubungan langsung dgn penjaga Neraka ya…. ๐Ÿ™‚ trims.

  18. Kang Adhi berkata:

    belum nulis lagi?

  19. Nirwana berkata:

    Menjadi guru itu butuh idealisme๐Ÿ˜‰

    Bapakku pensiunan guru dan bahagia hidup bergaya minimalis *saking mulianya pekerjaan ini wink*.

    Saya tidak mampu bertahan, bukan gaya hidup yang dikejar tapi kebutuhan memaksa untuk mengikuti *bohong banget*…
    Tapi dengan tidak menjadi guru lagi justru saya bisa melihat banyak sisi kehidupan in this universe dengan lebih luas, panjang, lebar dan *eugh kenapa jadi ngak focus*…

    Eniwei, menjadi guru di republik ini memang harus mampu berlapang dada, pamrih… ya gitu deh๐Ÿ™‚

  20. telmark berkata:

    @Kang Adhi
    iya kang… semangat ! ๐Ÿ˜‰ thanks.

    @nirwana
    hehehe… ngerti deh ngerti…
    Jadiguru jujur berbakti memang makan hati. (Oemar Bakrie, Iwan fals)
    thanks. ๐Ÿ™‚

  21. itikkecil berkata:

    mungkin itu sebabnya banyak yang tidak mau jadi guru……

  22. telmark berkata:

    @itikkecil
    iya, memang itu salah satu “faktor terbesar” yg sangat mempengaruhi. ๐Ÿ™‚ thanks.

  23. syafriadi berkata:

    paling kesel kalo liat pol pp gt..
    gurukan bkn teroris

  24. Faiq berkata:

    Mengabdi bagi seorang guru itu suatu kemestian, tetapi mencari nafkah untuk bekal pendidikan anak-anaknya, adalah suatu keharusan.

    Bagaimana bisa tenang mendidik anak orang lain, jika memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya saja masih gelisah….??

    Guru SD sudah banyak yang sarjana, tapi gajinya masih kalah dengan (yang terhormat) anggota DPR yang cuma berijazah SMA.

  25. telmark berkata:

    @Faiq
    itulah yg aneh ya ?
    thanks.

  26. doel berkata:

    memang benar bahwa guru memiliki jasa yang sangat besar bagi kemajuan bangsa ini tanpa guru apakah akan tercipta presiden?tapi apa yang terjadi guru buknlah suatuprofesi yang menjanjikan karena pendapaannya yang sangat minim. bagaimana bisa pendidikan di indonesia akan maju apabila gaji guru hanya sedikit. dan apabila bertanya tentang apakah guru sudah profesional tentu jaabannya belum, hal ini terjadi karena guru harus mencari tambahan biaya untuk anak-anak yang sekolah,mereka idak memperhatikan besok mau mengajar apa tapi bsok mau makan apa

  27. tsabita berkata:

    gimana toh nasib kita mo jadi abdi kok susah banget ya, rek!

  28. vik berkata:

    hallo..bisakah saya mendapatkan alamat LSM Perduli pendidikan Bangsa (LSM P2B) ? Thanks before

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s