Dalam setiap isakmu….

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 62.

Merah Putih berkibar… tetapi entah kenapa, saya ingin melihat kibarnya dari arah timur menuju barat.
sumber dan inspirasi : MNC Jp, RCTI, Kompas.com, suara pembaharuan, beberapa blog, dll.

62 tahun sudah kita merdeka. 40 tahun, Papua kembali kepada Ibu pertiwi. dan 6 tahun sudah Otsus (otonomi khusus) berlaku di Profinsi itu.
Tahun 2001, Papua (dulu Irian Jaya) menyandang otonomi khusus. (tanggal 21 November 2001, Undang2 Republik Indonesia no. 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi Papua, yg ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri).
Otonomi khusus Papua, Dengan dana yg mengucur Trilyunan Rupiah, untuk sejumlah bidang, (khususnya infrastruktur, kesehatan dan pendidikan).

Tetapi, sudah 6 tahun berlalu, detik demi detik berlalu di Indonesia timurku. Wajah Papua tidak banyak peningkatan. (MNC, Jp – secara kasat mata, pelaksanaan otonomi khusus Papua, hanya sebatas kertas). Masyarakat papua tetaplah masyarakat yg lama. merana dan sama saja susahnya. sedangkan pejabatnya semakin kaya raya… (sumber : RCTI menyusuri jejak dana otonomi khusus di Papua).

Anak2 Bangsa yg berdiam di daerah Papua, masih mempunyai sebuah kenyataan yg menyesakkan. sebuah kenyataan di depan mata, bahwa mereka masih bersekolah dgn kondisi yg memprihatinkan. Mereka cuma bisa belajar dengan sarana yg sangat minim. sedangkan dana trilyunan rupiah, adalah sebuah dana yg sangat berlimpah, yg dianggarkan utk masalah pendidikan di Papua. Lalu kemana dana Otonomi khusus utk Wilayah paling timur Negeri kita ini ? Bumi tua ini masih mendengar setiap isak tangis dari Ibu pertiwi… bahkan sampai sekarang…. yg katanya sudah merdeka selama 62 tahun.

Masih di lenggok tubuh ayumu, duhai Ibu Pertiwi. Kekeringan terus melanda dimana2. air mata bercampur putus asa, terdengar bersahutan. dan lagi lagi, masih menimpa kaum susah di Negeri kaya raya ini, khususnya para petani.

Para Petani dari Tuban, Jawa Timur tersebut, terpaksa memotong tanaman mereka dari lahan kering dan retak2, agar masih bisa dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Kemudian, 200 (baca dgn dieja : dua ratus) hektare sawah di Sulawesi barat juga tengah mengap2 dan tak bisa diolah sama sekali.

Kemudian, sumber air dan irigasi yg kekeringan juga terjadi di wilayah transmigrasi Pamongkong, Lombok Timur, Nusa tenggara barat. kemudian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Warga malah kesulitan air bersih. Debit air sumur menyusut terus akibat tdk turunnya hujan.

Selesai ? masih belum, dan banyak lagi… Di pekalongan – Jawa tengah, kemudian di Kupang – Nusa Tenggara Timur, dan masih banyak lagi jeritan kekeringan para petani di Nusantara tercinta ini terdengar.

Berbeda dgn Negara tetangga kita, Australia yg menjaga keseimbangan flora dan faunanya, bahkan memperlebar luas penghijauan menuju ke arah gurun pasirnya, Kita justru menghancurkan hutan sendiri, berusaha tanpa sadar membuat sebuah gurun pasir diatas tanah nan subur, dan jelas2 menutup daerah2 resapan air. hasilnya ? selamat tinggal mata air, dan selamat datang air mata. kekeringan, becana, dan pemanasan global sudah menunggu kita.

62 Tahun sudah kita merdeka ….. pembangunan terus berjalan, bahkan terkadang melibas mereka yg tak berdaya, demi sebuah pembangunan. 62 tahun adalah tahun yg panjang. namun banyak sektor yg masih jauh dari kata “MERDEKA” walaupun terus diteriakkan.

Hutan habis… kesehatan jauh dari harapan. pendidikan dan lapangan pekerjaan masih berjalan tertatih, siap menunggu terjatuh. walaupun banyak juga perbaikan2 di berbagai macam bidang, namun untuk kata 62 tahun, itu adalah nothing.

terus, masalah Pelayanan umum dan birokrasi, yg katanya menjadi salah satu sebab minggatnya para investor dan wisatawan dari Negeri kita ? duh…. bahkan untuk Pulau sekaliber Bali pun, segala bentuk pelayanan masih teramat sangat kacau dan dikeluhkan. (contoh di Bandara Ngurah Rai, Bali, yg terkena semprotan langsung dari Wapres Jusuf Kalla).

Pelayanan keamanan ? bah… Golok diselipin di pinggang kiri dan kanan-pun, tetap saja dompet bisa ilang.
di Jakarta bahkan bisa dibilang parah. Premanisme menjadi raja dijalan2. di perkereta apian, di bus kota2. di mal2, bahkan sampai perumahan. tak heran, ketika tahun2 pertama reformasi terjadi, sebagian kecil rakyat seperti menumpahkan kekesalannya. mereka menjadi buas. hukum tak dipercaya, mereka menjadi hakim yg menjatuhkan vonis kejam terhadap bahkan (yg dianggapnya kejahatan) hal kecil sekalipun.

Hukum ? atau Pelayanan publik ? pembuatan SIM, KTP atau Pelayanan utk KIR ??? sudahlah, jangan dibahas. capek.

Yang jelas, malam ini saya belum dan tdk akan menurunkan Merah Putih dari halaman. Biarkan Ia berkibar diterpa angin malam. Agar ia merasakan kesejukan, setelah lelah oleh hal2 yg seharusnya tak menjadi benalu ditiang2-nya. saya akan menumpahkan darah, apabila ada seseorang, atau kelompok, atau gerakan apapun, bahkan Negara apapun, yg berani dan mencoba menurunkan bendera tsb.

Malam ini saya akan memandangnya berkibar. anggun, dalam dua warna yg sempurna.
Dirgahayu Republik Indonesia yg ke 62.

Pos ini dipublikasikan di Nasional. Tandai permalink.

30 Balasan ke Dalam setiap isakmu….

  1. deKing berkata:

    Kita hanya merdeka secara status politik saja…
    Indonesia riwayatmu kini…

  2. xwoman berkata:

    cuma kesedihan aja mengenang Indonesia

  3. Ping balik: SEMUANYA AKU MAU CURHAT NIH… « . : x w o m a n : .

  4. Ping balik: Merdeka, Bung! « antobilang

  5. almas berkata:

    Merah Putih berkibar… tetapi entah kenapa, saya ingin melihat kibarnya dari arah timur menuju barat.

    Kayaknya Timur masih dipandang sebelah mata, masih menjadi daerah paleng terbelakang sekali… saya pun merindukan Timur menjadi kekuatan seperti dulu turut menyumbangkan pikiran untuk merah putih ini .. tapi Timur kayaknya terus diberi mimpi bahkan untuk sekedar untuk dibilang loyal kepada barat pun rakyat harus menanggung kesalahan yang tak pernah dibuat……

    *Timur-nya saya rubah dikit ya….πŸ™‚ *
    salam kenal pak…. kata-katanya membuat saya tertohok bener

  6. 9uBr4K5 berkata:

    Jadi sedih kalo inged kondisi bangsa ini yg demikian “babak belur”…

    Refleksi Kemerdekaan yg ok banget !

    Tapi apapun kata orang tentang Indonesia, persetan, aku tetep cinta Republik ini sampai nanti. . .

    Salam kenal…

    Peace, Love `N Harmony !

  7. venus berkata:

    merinding baca postingan ini.

    kita barangkali memang belum merdeka. lihat saja indonesia timur yang kekayaan alamnya luar biasa, tapi masyarakatnya luar biasa miskin dan menjadi anak tiri di negerinya sendiri. sedih banget…

    tapi, apa pun, merdeka, boeng!!!

  8. Kang Adhi berkata:

    sebagian warga bangsa malah merasa terjajah oleh Indonesia.

  9. heheh… mari introspeksi diriπŸ™‚

  10. telmark berkata:

    @deking
    Indonesia, riwayatmu kini = sama seperti dulu : 2 x 2 = lebih hancur ?? πŸ™‚ thanks.

    @xwoman & antobilang
    thanks.πŸ™‚

    @almas
    timur tetap timur, dimanapun itu wilayahnya. salam kenal kembali and thanks. sekolah gaba2, great posting. πŸ™‚

    @9uBr4k5
    iya, sayapun tetap mencintai republik ini sampai akhir. salam kenal kembali. trims.

    @venus
    kita hanya merdeka secara politik status saja, spt kata deking. Merdeka ! trims.

    @kang Adhi
    sakit memang kang… tapi itulah realita yg kita rasakan sekarang.

    @shinobigatakutmati
    setuju, kita semua memang seharusnya berintropeksi diri. mmm… gimana kalau mulai dari para pemimpin ?! kemudian kurcaci atau rakyatnya mengikuti ?! thanks. πŸ™‚

  11. andalas berkata:

    semoga merah putih tetap berkibar… dan kita benar-benar merdeka.

    MERDEKA!!!

  12. Guh berkata:

    heh? Kayaknya tadi siang komen disini deh… apa koneksi saya yang busuk ya?πŸ˜›

    mungkin harusnya refleksi macam begini diberikan juga pada anak-anak muda yang tadi ikut merayakan kemerdekaan dengan acara-acara melelahkan. Jadi ga cuma seremonial, tapi juga jadi nyadar kalo merdeka itu bukan cuma ikut lomba, upacara sama liatin paskibra ngibarin bendera.

  13. evelyn pratiwi yusuf berkata:

    Meski banyak yang kurang selama 62 tahun Indonesia, tapi sebagai warga negara harusnya kita tidak hanya mengkritik dengan bijak namun juga berusaha do the best to save our nation tanpa pamrih!
    MERDEKA.
    Memang harusnya pemerataan yang terjadi harus merata mulai dari barat ke timur!

  14. telmark berkata:

    @andalas
    semoga. Merdeka ! and thanks.πŸ™‚

    @Guh
    hah ? apa ketangkep ama satpam ya ? si ismet itu emang satpam telmi. coba ntar saya cek.
    thanks.

    @evelyn praitiwi yusuf
    I do my best. saya hanya mengkritik untuk mengingatkan dan membangun, demi Negeri tercinta ini. Merdeka!
    setuju, pemerataan memang diperlukan, agar tak ada lagi daerah yg ingin memisahkan diri dikarenakan tdk puas dgn pem. pusat atau daerahnya. thanks. πŸ™‚

  15. manusiasuper berkata:

    Aaaarrgghh…. Bikin saya tambah niat ganti kewarga negaraan…

  16. Ping balik: Joerig mode [2] … « Jurig Bageur

  17. Fadli berkata:

    Kemerdekaan hakiki hanya didalam hati …

  18. peyek berkata:

    jadi bertanya pada diri sendiri

    pantaskah kita teriak “Merdeka!!!” kalo masih melihat yang seperti ini

  19. telmark berkata:

    @manusiasuper
    pindah jadi afrika citizen ?? πŸ™‚ thanks.

    @Joerig
    posting keren teh joerig. thanks.

    @Fadli
    bahkan terkadang hatipun merana karena raga tdk merasa merdeka. πŸ˜‰ trims.

    @peyek
    iya mas peyek… kemerdekaan dgn kenyataan pahit. 😦 thanks.

  20. toga berkata:

    saya akan menumpahkan darah, apabila ada seseorang, atau kelompok, atau gerakan apapun, bahkan Negara apapun, yg berani dan mencoba menurunkan bendera tsb.

    Wow… patriotik sekali. Lama teu kadiye, tambah merah aja semangatna.

  21. roadmaster berkata:

    Blog ini termasuk blog yg cukup keras. tulisannya mengena semuanya.
    saya baru membuka blog baru, mohon bimbingannya. salam kenal. πŸ™‚

  22. telmark berkata:

    @toga
    hehehe.. iya nih bang Toga, kemana aja sih ?
    thanks.

    @roadmaster
    salam kenal kembali and thanks.

  23. kurtubi berkata:

    Merdeka! boleh dong kang Peyek, kita kan cuma teriak doang sama seperti orang yang bilang “Allahu Akbar!” πŸ™‚

    Dirgahayu Republik Indonesia…

  24. kangguru berkata:

    Pokoke ™ MERDEKA

  25. telmark berkata:

    @kangguru
    merdeka kang. thanks.

  26. Domba Garut! berkata:

    Terlepas dari sana-sini banyak ikatan yang menghambat kemerdekaan anak bangsa sepenuhnya.. banyak kok prestasi anak bangsa lainya yang membanggakan.

    Semoga melalui tulisanini – semakin banyak pikiran2 maju dan keberhasilan untuk memerdekakan diri.. Dirgahayu Indonesia..

    Seneng udh bisa mampir kesini lagi, salam hangat dari Afrika Barat
    ————–
    PS: Ohya, Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.

  27. dokterpenulis berkata:

    alasan yang sama. tapi yang keluar beda. saya malah tidak pasang bendera mas..

  28. Domba Garut! berkata:

    Trims buat tulisan yang satu ini, memang seharusnya dari waktu ke waktu harus makin banyak anak bangsa yang menggelorakan semangat kebangsaan dan sama-sama giat membangun diri..

    Kita mulai dari lingkup terkecil dulu deh – keluarga dan lingkungan sekitar. Keep up the spirit.

    Salam hangat dari Indonesian Peacekeepers di belahan bumi Afrika..πŸ™‚

    Salam merah putih selalu!

  29. Setya berkata:

    merdeka!

  30. Herizal Alwi berkata:

    Izin share Gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s